lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Perjalanan panjang dari Banjarmasin menuju Kota Samarinda, Kalimantan Timur, menjadi pengalaman tersendiri bagi saya sebagai member Yamaha NMAX Club Indonesia (YNCI).
Saya tiba di Kota Samarinda pada 26 Agustus 2026, setelah menempuh perjalanan touring seorang diri dari Banjarmasin.
Perjalanan solo tersebut bukan hanya tentang menaklukkan jarak dengan sepeda motor. Ada cerita lain yang kemudian membuat perjalanan itu terasa lebih berarti, yakni sambutan dari saudara-saudara sesama member YNCI di Samarinda.
Setibanya di kota tersebut, saya tidak hanya tiba di sebuah daerah baru. Saya justru menemukan suasana persaudaraan yang selama ini menjadi salah satu kekuatan komunitas YNCI.
Member YNCI Chapter Samarinda menyambut dan menjemput kedatangan saya. Ada obrolan, silaturahmi, hingga jamuan makan yang membuat rasa lelah setelah perjalanan panjang perlahan terbayarkan.
Bagi orang lain, sambutan seperti itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi seorang member yang melakukan perjalanan sendirian ke kota yang jauh, kehadiran saudara sesama komunitas memberikan arti yang berbeda.
Di kalangan member YNCI, pengalaman semacam ini kerap disebut sebagai “prasasti imajiner”.

Prasasti tersebut bukan berupa batu, plakat, ataupun tanda fisik. Ia hadir dalam bentuk kenangan yang tercipta selama seorang member berkunjung ke chapter lain.
Siapa yang menjemput, siapa yang menyambut, tempat makan yang didatangi, hingga percakapan yang terjadi sepanjang kunjungan, semuanya dapat menjadi bagian dari cerita yang terus dikenang.
Ketua YNCI Chapter Samarinda, Yudha Himawan, mengatakan setiap daerah memiliki cara berbeda dalam menyambut member yang melakukan perjalanan lintas kota.
“Ya kalau dari aku sih sebenarnya yang diharapkan ya tetap seperti ini solid sih YNCI. Cuman memang dari setiap masing-masing daerah kan beda, setiap kota dan pulau beda cara ininya. Cuma dari aku berharapnya memang semakin ke sini YNCI semakin solid lah,” ujar Yudha.
Menurutnya, perjalanan touring juga membuka kesempatan bagi member untuk mengenal orang-orang baru dan memperluas persaudaraan.
“Dari segi perjalanan juga yang dari kita enggak kenal siapa-siapa, kita jadi kenal banyak orang, banyak keluarga, itu yang kita cari sebenarnya,” katanya.
Yudha menegaskan, nilai utama YNCI bukan sekadar berkumpul sebagai sesama pengguna Yamaha NMAX.
“Kita di sini cari keluarga, cari saudara pokoknya. Yang aku dapat sih ya itu, banyak keluarga baru yang tak sedarah di luar pulau,” tuturnya.
Bagi Deddy Maulana, member YNCI Chapter Samarinda sekaligus Humas Regional YNCI Kalimantan Selatan, pengalaman saat berkunjung ke daerah lain itulah yang kemudian melahirkan cerita.
“Prasasti imajiner tuh gini, Om. Kita akan mengingat sesuatu, tapi itu bukan berupa prasasti imajinasi. Contoh gini, aku dulu ke Samarinda ditemuin Om ini, aku loh disuruh makan ini. Itu yang akan menjadi apa, membekas sampai kapan pun akan menjadi cerita. Makanya kan di YNCI ada, selalu ada cerita di YNCI,” jelasnya.
Menurut Deddy, cerita dari sebuah perjalanan juga dapat menjadi jembatan ketika para member kembali bertemu di daerah lain.
“Someday kita sama-sama misalnya kita sama-sama nih ke Jakarta, sama-sama pakai-pakai baju YNCI. Kok enggak kenal satu dengan yang satunya. Nah, dengan cerita itu mungkin, ‘Oh, ini Om yang kemarin itu ya?’” katanya.
Karena itu, perjalanan dari Banjarmasin menuju Samarinda pada 26 Agustus 2026 tidak berhenti ketika sepeda motor memasuki Kota Samarinda.
Perjalanan tersebut justru melahirkan cerita baru tentang persaudaraan lintas kota.
Bagi seorang member yang melakukan solo touring, rasa lelah setelah menempuh perjalanan jauh seakan terbayar ketika tiba dan disambut oleh orang-orang yang sebelumnya hanya dikenal melalui komunikasi di grup atau media sosial.
Dari perjalanan itu pula, sebuah kota tidak lagi hanya menjadi titik tujuan di peta.
Samarinda menjadi bagian dari cerita.
Dan sambutan yang diterima menjadi salah satu “prasasti imajiner” yang akan terus dikenang.
Penulis: Muhammad Tamyiz / Member YNCI Banjarmasin


