lenterakalimantan.com, KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas membahas rencana pengadaan sumur bor untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat menerima kunjungan kerja Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, di Posko Induk Karhutla Kabupaten Kapuas, Senin (19/10/2026).
Kunjungan tersebut disambut Wakil Bupati Kapuas, Dodo, bersama jajaran pemerintah daerah. Pembahasan difokuskan pada kebutuhan sumber air di wilayah rawan kebakaran, termasuk perencanaan pembangunan sumur bor agar dapat menunjang upaya pemadaman secara optimal.
Dodo menyampaikan apresiasi atas arahan dan masukan Agustin Teras Narang, terutama mengenai efisiensi anggaran dan ketepatan penentuan lokasi pembangunan sumur bor. Menurutnya, setiap titik yang direncanakan perlu melalui kajian mendalam agar sarana yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi penanganan karhutla.
“Dengan arahan yang sangat bermanfaat, khususnya terkait rencana pengadaan beberapa titik sumber air melalui sumur bor, beliau selalu mengingatkan pentingnya efisiensi anggaran dan fungsi dari sarana tersebut. Kita berharap titik-titik yang dibangun benar-benar melalui kajian dan telaah yang rinci serta mendalam, sehingga dapat berfungsi secara optimal dan anggaran yang terbatas bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya,” ujar Dodo.
Wabup juga mengapresiasi kerja BPBD, Dinas PUPR, Manggala Agni, TNI, Polri, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla. Ia berharap hujan segera turun untuk membantu memperbaiki kondisi di lapangan dan mengurangi ancaman kebakaran. Selain itu, dukungan pemerintah pusat diharapkan terus diperkuat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Usis I. Sangkai, menyebutkan bahwa kebutuhan sumur bor untuk mendukung penanganan karhutla diperkirakan mencapai 347 titik. Namun, realisasinya harus mempertimbangkan ketersediaan anggaran, kondisi geografis, kedalaman sumber air, serta tenaga pelaksana.
“Kita harus menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada di kabupaten. Kebutuhan sumur bor cukup banyak, tetapi biaya pembangunannya juga besar dan kondisi setiap lokasi berbeda. Karena itu, diperlukan perencanaan yang tepat agar sarana yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi penanganan karhutla,” jelas Usis.
Ia juga berharap dukungan pemerintah pusat dapat membantu penanganan karhutla di wilayah yang rawan kebakaran, terutama Kecamatan Mantangai, Timpah, dan Pasak Talawang.
Dalam kesempatan tersebut, Agustin Teras Narang mengapresiasi langkah Pemkab Kapuas dalam merencanakan pembangunan sumur bor. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah titik yang dibangun, tetapi juga dari ketepatan lokasi dan manfaatnya bagi pemadaman, khususnya di kawasan gambut.
“Yang kita kejar bukan sekadar jumlah titiknya, tetapi apakah titik tersebut benar-benar berada di wilayah yang membutuhkan sumber air untuk penanganan kebakaran. Karena itu, pemetaan dan penentuan lokasi harus menjadi perhatian agar sarana yang dibangun tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan secara optimal,” ungkap Agustin.
Setelah kunjungan ke Posko Induk Karhutla, agenda dilanjutkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kapuas untuk membahas peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Melalui kunjungan ini, diharapkan sinergi pemerintah daerah dan pemerintah pusat semakin kuat dalam mempercepat penanganan karhutla, meningkatkan kesiapsiagaan, serta melindungi masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Kapuas.
Sumber : hmskmf


