• Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Kabupaten Banjar
      • Balangan
      • Hulu Sungai Selatan
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Utara
      • Kotabaru
      • Tabalong
      • Tanah Bumbu
      • Tanah Laut
      • Sukamara
      • Tapin
    • KALIMANTAN TENGAH
      • Palangka Raya
      • Pulang Pisau
      • Seruyan
      • Murung Raya
      • Kotawaringin Timur
      • Barito Selatan
      • Kotawaringin Barat
      • Katingan
      • Kapuas
      • Gunung Mas
      • Barito Utara
      • Barito Timur
    • KALIMANTAN TIMUR
      • Samarinda
      • Bontang
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Paser
      • Mahakam Ulu
      • Kutai Timur
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
    • KALIMANTAN BARAT
      • Sambas
      • Mempawah
      • Sanggau
      • Ketapang
      • Sintang
      • Kapuas Hulu
      • Bengkayang
      • Landak
      • Sekadau
      • Melawi
      • Kayong Utara
      • Kubu Raya
      • Pontianak
      • Singkawang
    • KALIMANTAN UTARA
      • Bulungan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Tarakan
      • Tana Tidung
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Reading: Kerugian Scam di Kalsel Tembus Rp111 Miliar, Sejauh Mana Efektivitas Pengawasan OJK?
Share
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Font ResizerAa
  • Berita
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN BARAT
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN UTARA
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Opini
Search
  • Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
    • KALIMANTAN TENGAH
    • KALIMANTAN TIMUR
    • KALIMANTAN BARAT
    • KALIMANTAN UTARA
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Follow US
Copyright © 2024 Lentera Kalimantan By LIMBO. All Rights Reserved.
Home Kerugian Scam di Kalsel Tembus Rp111 Miliar, Sejauh Mana Efektivitas Pengawasan OJK?
KALIMANTAN SELATAN

Kerugian Scam di Kalsel Tembus Rp111 Miliar, Sejauh Mana Efektivitas Pengawasan OJK?

Muhammad Tamyiz
Oktober 28, 2026 11:16 am
Muhammad Tamyiz
Share
9 Min Read
ilustrasi
SHARE

Helpdesk kecamatan dibentuk untuk mempercepat pengaduan, tetapi efektivitas penanganan dan penyelamatan dana korban masih perlu diukur.

Contents
Kerugian Besar, Pengawasan OJK Perlu TerukurPemblokiran Rekening Bukan Jaminan Uang KembaliPemprov Turun ke Kecamatan, OJK Perlu Pastikan Tindak LanjutEdukasi Harus Diikuti Evaluasi dan Akuntabilitas

Lenterakalimantan.com, BANJARMASIN — Kerugian masyarakat akibat penipuan keuangan atau scam di Kalimantan Selatan mencapai Rp111,17 miliar dari 3.314 laporan yang tercatat di 13 kabupaten/kota. Angka ini menjadi pekerjaan rumah serius bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terutama dalam memastikan perlindungan konsumen tidak berhenti pada edukasi dan pendampingan setelah masyarakat menjadi korban.

Di tengah besarnya kerugian tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama OJK meluncurkan Program Banua Waspada Scam dengan menyiapkan layanan helpdesk Indonesia Anti-Scam Center (IASC) di tingkat kecamatan. Program itu diluncurkan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Selasa (13/10/2026), sekaligus dirangkai dengan pelatihan petugas helpdesk IASC se-Kalsel.

Pembentukan layanan hingga tingkat kecamatan diharapkan mempermudah masyarakat mengakses pengaduan. Namun, besarnya nilai kerugian yang tercatat juga memunculkan pertanyaan mendasar: seberapa efektif upaya pencegahan, pengawasan, dan perlindungan konsumen yang selama ini dijalankan, serta sejauh mana korban dapat memperoleh kembali uangnya?

Angka Rp111,17 miliar tidak semata-mata menjadi persoalan banyaknya warga yang tertipu. Data tersebut juga perlu diikuti penjelasan mengenai perkembangan penanganan laporan, dana yang berhasil diselamatkan, rekening yang berhasil diblokir, serta kendala yang membuat korban kehilangan uang dalam jumlah besar.

Tanpa indikator tersebut, keberhasilan program berisiko lebih banyak dinilai dari terbentuknya layanan pengaduan, bukan dari hasil nyata yang dirasakan masyarakat.

Kerugian Besar, Pengawasan OJK Perlu Terukur

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, menegaskan bahwa layanan helpdesk tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang telah kehilangan uang. Warga yang ingin mengenali modus penipuan sebelum melakukan transaksi juga dapat berkonsultasi.

Menurut Agus, kecepatan pelaporan menjadi faktor penting dalam upaya penyelamatan dana korban.

“Masyarakat yang ingin tahu, bukan cuma yang menjadi korban, sebelum menjadi korban pun kalau ingin menanyakan seperti apa modus-modus kejahatan scam itu berlangsung, bisa datang ke helpdesk kecamatan. Apalagi kalau yang menjadi korban, agar segera melapor, karena golden time itu memang sangat-sangat penting,” ujar Agus.

Pernyataan tersebut menekankan pentingnya respons cepat. Akan tetapi, kecepatan pelaporan hanyalah salah satu bagian dari penanganan scam. Masyarakat juga membutuhkan sistem pengawasan dan koordinasi yang mampu mendeteksi indikasi penipuan, mempercepat tindak lanjut laporan, serta menekan risiko berulangnya kejahatan serupa.

Dalam konteks ini, peran OJK perlu dilihat lebih luas daripada sosialisasi dan pendampingan korban. Sebagai otoritas yang mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan sesuai kewenangannya, OJK juga memiliki tanggung jawab dalam perlindungan konsumen dan penguatan pengawasan terhadap lembaga jasa keuangan yang berada di bawah pengawasannya.

Karena itu, publik membutuhkan penjelasan lebih terukur mengenai langkah yang telah dilakukan OJK dalam merespons ribuan laporan tersebut. Berapa banyak kasus yang telah ditindaklanjuti? Bagaimana koordinasi dengan bank dan penyedia jasa keuangan? Berapa nilai dana yang berhasil diamankan atau dikembalikan kepada korban?

Data-data itu penting agar masyarakat dapat menilai perkembangan penanganan, sekaligus mengetahui bagian mana yang masih membutuhkan perbaikan.

Meski demikian, jumlah laporan dan nilai kerugian saja belum cukup untuk menyimpulkan bahwa OJK lalai menjalankan pengawasan. Penilaian tersebut membutuhkan informasi mengenai jenis penipuan, lembaga yang terkait, jalur transaksi, kewenangan masing-masing pihak, dan hasil penanganan kasus.

Pemblokiran Rekening Bukan Jaminan Uang Kembali

Agus menjelaskan, salah satu langkah yang dapat diupayakan setelah laporan diterima ialah pemblokiran atau penundaan transaksi pada rekening yang dilaporkan, sesuai prosedur dan hasil penanganan lembaga keuangan.

“Jadi, yang paling pertama kita lakukan adalah mendampingi korban untuk melapor. Dari pelaporan ini, kita harapkan bisa dilakukan tindakan secepatnya, misalnya pemblokiran rekening sehingga aliran dananya tidak berjalan dulu sebelum berbicara mengenai proses pidana. Yang kita pastikan dengan helpdesk ini adalah penyelamatan keuangannya sedini mungkin, secepat mungkin,” katanya.

Langkah tersebut penting, tetapi pemblokiran rekening tidak otomatis menjamin dana korban dapat dikembalikan. Keberhasilannya bergantung pada kondisi rekening, kecepatan pelaporan, keberadaan dana, dan tindak lanjut pihak terkait.

Karena itu, efektivitas Banua Waspada Scam perlu diukur dari hasil konkret. Masyarakat membutuhkan kejelasan mengenai alur pengaduan, batas waktu respons, mekanisme koordinasi dengan bank, serta informasi perkembangan laporan yang dapat diakses korban.

OJK bersama pihak terkait juga perlu menjelaskan kendala yang sering muncul dalam proses penyelamatan dana. Transparansi ini penting agar korban tidak memperoleh harapan berlebihan hanya karena telah membuat laporan atau mendapatkan pendampingan.

Pemprov Turun ke Kecamatan, OJK Perlu Pastikan Tindak Lanjut

Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Dinansyah, yang mewakili Gubernur H. Muhidin, mengatakan layanan tersebut ditujukan untuk mendekatkan akses pelaporan dan pendampingan kepada masyarakat.

Menurutnya, kerugian akibat scam tidak hanya menyangkut hilangnya uang, tetapi juga dapat menggerus tabungan keluarga dan modal usaha masyarakat.

“Di balik setiap laporan, ada warga yang kehilangan hasil jerih payahnya, tabungan keluarganya, bahkan modal untuk melanjutkan usaha. Karena itu, pencegahan scam dan perluasan akses pelaporan perlu ditempatkan sebagai bagian tidak terpisahkan dari pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat,” ujar Dinansyah.

Pemprov Kalsel telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 500.2.4.3/01705/EKO/2026 tertanggal 26 Agustus 2026 sebagai pedoman bagi pemerintah kabupaten/kota untuk membentuk fungsi layanan pengaduan IASC di tingkat kecamatan.

Petugas kecamatan akan membantu korban menyiapkan bukti, menjelaskan langkah awal, dan mengarahkan pelaporan melalui kanal resmi IASC. Pembentukan layanan ini tidak harus disertai struktur organisasi baru karena dapat memanfaatkan pegawai dan fasilitas pelayanan yang telah tersedia.

Dinansyah meminta para bupati dan wali kota segera menunjuk petugas serta mengikutsertakan mereka dalam pelatihan.

“Jadilah titik awal informasi dan pendampingan. Jelaskan langkah yang harus segera diambil, bantu warga menyiapkan bukti yang diperlukan, arahkan mereka melapor melalui kanal resmi IASC, dan minta mereka menghubungi bank terkait sesegera mungkin jika merasa telah menjadi korban penipuan,” pesannya.

Kebijakan tersebut memperluas akses masyarakat terhadap layanan pengaduan. Namun, keberadaan petugas di kecamatan tetap membutuhkan dukungan teknis, prosedur yang jelas, dan koordinasi yang efektif dengan lembaga yang berwenang menangani laporan.

Jangan sampai masyarakat sudah mendatangi helpdesk, melengkapi bukti, dan membuat laporan, tetapi masih kesulitan mengetahui perkembangan kasus maupun nasib dana yang hilang.

Di sinilah koordinasi OJK dengan IASC, bank, dan aparat penegak hukum menjadi penting. Masing-masing memiliki fungsi dan kewenangan berbeda sehingga jalur penanganan perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.

Edukasi Harus Diikuti Evaluasi dan Akuntabilitas

Selain membentuk layanan pengaduan, Pemprov Kalsel meminta Dinas Komunikasi dan Informatika serta perangkat daerah memperluas edukasi mengenai modus penipuan melalui videotron, media sosial, radio, dan kanal resmi pemerintah.

Bank Kalsel juga diimbau mempercepat respons terhadap laporan masyarakat, memperkuat penerapan prinsip mengenali nasabah atau Know Your Customer (KYC), serta memanfaatkan jaringan kantor untuk memberikan edukasi keamanan transaksi keuangan.

Pelaksanaan program akan dipantau bersama OJK dan Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) Daerah. Pemerintah provinsi juga membuka peluang memperluas layanan hingga tingkat desa dan kelurahan.

Namun, perluasan jangkauan layanan sebaiknya berjalan seiring dengan evaluasi hasil. Indikatornya dapat mencakup jumlah laporan yang ditindaklanjuti, waktu respons, nilai dana yang berhasil diamankan, jumlah korban yang memperoleh pengembalian dana, serta tindak lanjut terhadap dugaan pelanggaran sesuai kewenangan masing-masing lembaga.

OJK juga perlu menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala agar publik mengetahui apakah penguatan layanan benar-benar diikuti perbaikan perlindungan konsumen.

Dengan kerugian yang mencapai Rp111,17 miliar, tantangan Banua Waspada Scam bukan sekadar menghadirkan tempat mengadu yang lebih dekat. Tantangan sesungguhnya ialah memastikan laporan memperoleh tindak lanjut, risiko penipuan dapat ditekan, dan perlindungan konsumen memberikan hasil yang terukur.

Bagi masyarakat yang kehilangan uang, keberhasilan program pada akhirnya bukan hanya soal tersedianya helpdesk, melainkan seberapa cepat laporan ditangani, seberapa besar dana yang dapat diselamatkan, dan seberapa jelas pertanggungjawaban setiap lembaga dalam proses penanganannya.

Terpopuler

Lansia
Lansia Ditemukan Meninggal dengan Luka Bakar di Kebun Karet Bartim
KALIMANTAN TENGAH
Woow! Kopi Robusta Mangkara Dikembangkan di Tanah Laut
Berita
Hutan Galam Jadi Penambah Indahnya Panorama Alam Pantai JBG
Berita
Di Luar Areal Tambang, JBG Hijaukan DAS Tahura Seluas 3251 Hektar
Berita
Mehbob Menilai Kubu Muldoko Produksi Kebohongan Baru
Berita

You Might Also Like

Jelang Ramadan, PT AGM Bersama BPBD dan Forum Jurnalis Banjar Salurkan 1.000 Paket Sembako

DPRD Kotabaru Gelar Paripurna Penyampaian Bupati

Inovasi Terkini Honda PCX160 Diperkenalkan Lewat Acara Media Exploration oleh PT Trio Motor

Wali Kota Cup Sepatu Roda 2026 Resmi Bergulir

Resmi, Bupati Tala Kukuhkan Ketua dan Pengurus TP PKK Periode 2025-2030

Meski Tak Open House, Paman Birin Tetap Terima Tamu Hari Lebaran

Buka Puasa bersama Ratusan Pemulung Eks TPAS Basirih, Walikota Banjarmasin akan Optimalkan TPST Jamin Mata Pencaharian

Kunjungan Mendadak ke Sekolah SMP, Bupati Tala Rahmat Trianto Beri Catatan untuk Perbaikan

Danrem Brigjen TNI Rudi Puruwinto Kunjungi Bupati Kotabaru

Kesbangpol Tapin Edukasi Pelajar tentang Bahaya Kecubung dan Narkoba

TAGGED:Agus Maiyo Jabat Kepala OJK KalselBegini Cara Membersihkan Nama dari Daftar Hitam SLIK OJKBerikut 7 Pilihan Pindar Syariah Resmi OJKBerita OJKdan Dana Pensiun (PPDP) OJKdan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJKKepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJKKepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Raeojk
Share This Article
Facebook X Flipboard Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article Wakil Wali Kota Ananda Wakil Wali Kota Ananda Ajak Pemuda Banjarmasin Terlibat Aktif Atasi Persoalan Kota
Next Article Bantuan Wagub Kalteng Salurkan KHBS Tahap II dan Bantuan Pangan di Lamandau

Latest News

DPRD Kapuas Kawal Pembahasan APBD 2027, Enam Fraksi Setujui Raperda Dibahas Lanjut
KALIMANTAN TENGAH Oktober 28, 2026
Bantuan
Wagub Kalteng Salurkan KHBS Tahap II dan Bantuan Pangan di Lamandau
KALIMANTAN TENGAH Oktober 28, 2026
Wakil Wali Kota Ananda
Wakil Wali Kota Ananda Ajak Pemuda Banjarmasin Terlibat Aktif Atasi Persoalan Kota
KALIMANTAN SELATAN Oktober 28, 2026
OJK Klaim Perbankan Kalsel Stabil, Kredit Modal Kerja Justru Anjlok 8,23 Persen
KALIMANTAN SELATAN Oktober 28, 2026
plinko gamethorfortune casinothorfortunethorfortunechicken road game
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Follow US
© 2026 Lentera Kalimantan. All Rights Reserved. Designed by HCD
  • INFO REDAKSI
  • Contact Us
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Kode Etik
  • SOP WARTAWAN
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?