lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Menjelang hari-hari terakhir bulan suci Ramadan, Walikota Banjarmasin H M Yamin HR didampingi Hj Neli Listriani selaku Ketua TP PKK menggelar buka bersama dengan ratusan petugas pemilah sampah atau pemulung eks Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Tempat Pemrosesan Akhir Sementara (TPAS) Basirih, di rumah dinas walikota, Rabu (26/3/2025) petang.
Sembari menunggu waktu berbuka, kegiatan diisi dengan kajian singkat oleh Ustaz Asfiani Norhasani. Usai berbuka dilanjutkan dengan salat Maghrib berjamaah dan ditutup dengan doa bersama.
Walikota M Yamin memaparkan ia bersyukur dapat bertemu langsung dan berbuka puasa bersama ratusan petugas pemilah sampah atau pemulung eks UPTD TPAS Basirih.
“Hari ini kita melaksanakan kegiatan buka puasa sekaligus silaturahmi dengan para pemulung di Banjarmasin. Alhamdulillah, antusiasnya luar biasa. Apalagi ini momen untuk pertama kalinya setelah kami dilantik dan baru bekerja selama kurang lebih satu bulan,” jelasnya.
Baca Juga : Baznas Fasilitasi ASN-Pejabat Pemko Banjarmasin untuk Salurkan Zakat
Kilas balik, UPTD TPAS Basirih ditutup oleh Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LHK) pada awal Februari. Walikota M Yamin mengakui hal ini menyebabkan raibnya ratusan mata pencaharian pekerja di sekitarnya.
Terkait itu, dia memastikan saat ini pihaknya mengusahakan mencari formulasi terbaik. Selain mengoptimalkan dan mengembalikan fungsi TPS Reuse, Reduce, Recycle (3R) dan Pusat Daur Ulang (PDU) yang sudah dibangun, pihaknya berencana membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang akan tersebar di 52 kelurahan.
Ia melanjutkan, para pemulung eks UPTD TPAS Basirih yang terkena imbas pasca-penutupan dapat berpindah sementara di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), TPS 3R atau PDU.
“Ini merupakan langkah pertama Pemko Banjarmasin untuk menyelesaikan polemik sampah. Akan tetapi, solusi ini bersifat jangka pendek. Ke depannya, tentu kita menginginkan solusi jangka panjang yang komprehensif,” harapnya.
Walikota M Yamin menetapkan besaran sampah yang dapat diproses minimal dalam tahap pemilahan yang layak agar sampah yang disetor ke TPA Regional Banjarkuala tidak dalam jumlah yang membeludak.
“Sebagai langkah awal, pemilahan sampah di tahap di TPS3R dan PDU harus kita maksimalkan. Sebagai contoh, dari produksi 600 ton sampah per hari, minimal sebesar 50% dapat kita pilah terlebih dahulu. Kemudian, sisanya 30%-40% sampah yang berupa residu kitab uang ke TPA Regional Banjarkuala,” bebernya.
Baca Juga : Optimalisasi TPS 3R di Lima Kecamatan, Pemko Banjarmasin Targetkan Pengurangan Sampah ke TPA Basirih
Tak ketinggalan, dia juga mewanti-wanti para pemulung yang bertugas melakukan pemilahan agar tidak melakukannya secara semrawut.
“Kadang, ketika sampah sudah tahap TPS, sampahnya dihambur-hamburkan lagi. Hal ini akan kita atur agar memudahkan pemulung yang bekerja,” tekannya.
Ia juga tak henti-hentinya mengimbau masyarakat agar membangun kesadaran dan memulai memilah sampah dari rumah sebagai budaya baru untuk mengatasi situasi darurat sampah.
“Harapannya, seluruh masyarakat bisa meningkatkan kesadaran memilah sampah nya dari rumah masing-masing,” tandasnya.
Editor : Rian


