lenterakalimantan.com, BUNTOK – Sebanyak 103 peserta mengikuti rangkaian Lomba Bulan Bahasa Tahun 2026 yang diselenggarakan Yayasan Nurhayaria bersama sejumlah komunitas di Kabupaten Barito Selatan.
Kegiatan tersebut resmi dibuka Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Barito Selatan, Rahmat Nuryadin, S.H., M.H., di Aula MTsN Buntok, Jumat (9/10/2026).
Ketua Panitia Pelaksana, Priatun Halida, S.AP., menyampaikan bahwa lomba tahun ini terdiri atas tiga cabang utama, yakni lomba pembawa acara (MC) formal tingkat SD/MI kelas IV hingga VI, lomba bercerita bertema peduli lingkungan untuk tingkat SD/MI, serta lomba fashion show.
Untuk cabang fashion show, peserta dibagi dalam beberapa kategori usia, mulai dari usia 5–11 tahun, 12–17 tahun, hingga kategori umum tanpa batasan usia. Khusus kategori umum, peserta mengusung tema Eco Fashion dengan pakaian berbahan daur ulang, baik hijab maupun nonhijab.
Rangkaian perlombaan berlangsung selama tiga hari. Technical meeting dilaksanakan pada Jumat (9/10/2026), lomba MC dan bercerita pada Sabtu (10/10/2026), sedangkan lomba fashion show, pengumuman pemenang, dan pembagian hadiah dijadwalkan Minggu (11/10/2026).
Priatun menjelaskan, penilaian setiap cabang lomba diserahkan kepada dewan juri yang kompeten secara independen dan objektif. Kegiatan tersebut didukung melalui biaya pendaftaran peserta serta sumbangan para donatur di Barito Selatan. Panitia juga menyiapkan sejumlah door prize untuk dibagikan pada acara penutupan.
Pengawas Yayasan Nurhayaria, Nurul Hikmah, mengatakan kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, serta keberanian tampil di depan umum.
Sementara itu, Rahmat Nuryadin saat membacakan sambutan Bupati Barito Selatan menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Lomba Bulan Bahasa. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan membangun rasa percaya diri generasi muda.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga penggunaan bahasa Indonesia yang baik tanpa melupakan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya. Anak-anak diharapkan terus mempelajari bahasa daerah melalui keluarga, guru, dan lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Dusun Selatan, para lurah, Kepala MTsN Dusun Selatan Ahmad Fahmie, S.Pd.I., Ketua Yayasan Nurhayaria Desvy Ilahiah, A.Md.BM., perwakilan komunitas mitra, dewan juri, guru, orang tua, pendamping, serta tamu undangan lainnya.
Editor: Tim Redaksi


