lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan menggulirkan program, rencana pengembangan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) pada 2022 sampai 2025.
Dalam kesempatan ini, pihak PT PLN Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Kalimantan. Menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel, menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) .
Jadwal pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), pada 11 sampai 12 Juli 2023 bertempat di Kantor PWI Kalsel.
Asisstant Manager TJSL PLN UIP3B Kalimantan Darma Indragiri, secara daring dengan peserta UKW angkatan 18 menyampaikan presentasi rencana pengembangan pembangkit energi baru terbarukan (EBT), Jumat (7/7/2023).
“EBT wilayah Kalsel, menggunakan sistem Isolated. Dengan jenis pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), merupakan pembangkit terbesar dengan kapasitas 0,91 megawatt cod tahun 2022,” katanya.
Kemudian lanjut Darma, ada rencana pembangkit masih sistem Isolated jenis PLTS masih ada di wilayah Kalsel. Dengan pembangkit dedieselisasi, kapasitas 1,21 megawatt rencana cod di tahun ini.
Menurut Darma, pembangkit EBT di Kabupaten Tala, dengan sistem Barito jenis pembangkit listrik tenaga Bayu (PLTB). Rencana 2023-2024 dan kapasitas 30 sampai 40 megawatt.
Ia menambahkan, rencana pada 2025 masih di Kalsel dengan sistem Isolated jenis PLTS pembangkit dedieselisasi kapasitas 2,03 megawatt.
“Ini adalah rencana cod PT PLN untuk pengembangan energi baru terbarukan (EBT). Selain di Kalsel juga ada di wilayah Kalimantan Tengah,” pungkas Darma.


