lenterakalimantan.com, MUARA TEWEH – Kelangkaan gas elpiji 3 kg kembali terjadi di kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut), hingga menimbulkan antrean panjang di sejumlah pangkalan gas bersubsidi itu, Selasa (12/12/2023).
Dari pantauan media ini melalui media sosial terdapat banyak keluhan warga mengenai sulitnya mendapatkan isi ulang gas elpiji 3 kg.
Terkait kelangkaan gas melon itu, Ketua Komisi III DPRD Barut, H Tajeri mengatakan, hal itu menjadi masalah apabila dibuat menjadi masalah, kalimat ini yang terjadi di Kabupaten Barito Utara tentang elpiji 3 kg
“Ironis memang masalah kecil menjadi besar, karena adanya pembiaran yang berkepanjangan, inilah fakta yang terjadi di lapangan, ada apa dengan elpiji 3 Kg ?
Katanya tidak langka, pendistribusian dari SPBE ke agen lancar, di pangkalan selalu habis, tapi di warung-warung atau kios selalu ada dengan harga yang mahal, memang di luar akal sehat saya selaku wakil rakyat, di mana lagi benang kusutnya?,” kata Tajeri.
Menurut Tajeri, masalah ini sebenarnya sangat mudah mengatasinya, kalau memang ada kemauan dari dinas terkait menertibkannya, apalagi tim Satgas sudah ada sejak lama, aturan perundangan jelas dan tegas
“Nah apalagi yang harus dibingungkan dalam hal ini, tinggal ada atau tidak kemauan untuk membenahinya,” ujar politisi Gerindra Barut ini
Di samping itu pula Tajeri berharap agar pihak pengawas perwakilan Pertamina Wilayah Kalimantan Tengah untuk bertindak tegas.
“Buktikan saudara pengawas tidak ada main mata dengan pihak agen dan pangkalan, kasihan masyarakat yang berhak menerima subsidi dari pemerintah harus kesulitan seperti ini,” tegasnya.


