lenterakalimantan.com, RANTAU – Suasana ruang rapat SMKN 1 Rantau bergelora saat PJ Bupati Tapin, M Syarifuddin, beserta rombongan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memasuki ruangan. Dalam upaya memberikan pemahaman yang lebih luas kepada generasi muda, PJ Bupati berdialog dengan siswa-siswi tentang urgensi pencegahan pergaulan bebas yang berpotensi memicu perkawinan anak.
“Pergaulan bebas adalah ancaman nyata bagi masa depan kita. Mulai dari mabuk-mabukan hingga pergaulan seksual yang tidak bertanggung jawab, semuanya dapat menghalangi kita mencapai impian dan cita-cita,” ungkapnya dengan tegas.
Dalam paparannya, PJ Bupati juga menyelami akar penyebab pergaulan bebas, dari pengaruh budaya asing hingga kurangnya perhatian dari orang tua. Namun, sorotannya terutama pada bahaya tingginya angka perkawinan anak di Indonesia.
“Dampaknya tidak hanya berdampak pada anak perempuan, tetapi juga mengancam kesehatan reproduksi, pendidikan, bahkan menimbulkan kemiskinan struktural,” tambahnya dengan serius.
Indonesia, lanjutnya, berada di peringkat kedua di ASEAN dan ketujuh di dunia dengan tingkat perkawinan anak yang tinggi. “Kita harus bertindak cepat untuk mengatasi ‘Darurat Perkawinan Anak’ ini agar tidak menghambat kemajuan bangsa,” tegasnya.
Dalam penutup sambutannya, PJ Bupati mengajak para siswa-siswi untuk menjadi agen perubahan. “Kalian adalah masa depan bangsa ini. Marilah bersama kita berjuang untuk masa depan yang lebih baik dengan menjauhi pergaulan bebas dan mengejar cita-cita setinggi langit,” tutupnya dengan semangat.


