Lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU – Suasana genting memenuhi jalur Gunung Sabuk, di mana longsor hebat mengancam keamanan warga. Dalam sebuah video berdurasi 18 detik yang diabadikan oleh seorang warga, terlihat betapa wilayah Gunung Sabuk menjadi tak dapat dilalui akibat tumpukan lumpur setinggi lebih dari satu meter.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 23.00 Wita di jalur vital Penghubung Batulicin – Kandangan, khususnya di Km 74, Desa Gunung Raya, Kabupaten Tanah Bumbu, yang kerap disebut daerah Gunung Sabuk.
Sebuah mobil pikap hitam terperangkap di antara material longsor, tak bisa bergerak dari tempatnya. Beruntung, tiga penumpang di dalamnya, termasuk sopir dan dua kernet, berhasil selamat keluar dari mobil yang terperangkap di tengah kekacauan tersebut.
Sarifudin, anggota Bantuan Komunikasi (Bankom) Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Tanah Bumbu, yang berada di lokasi, memastikan keselamatan penumpang tersebut. “Mobil pikap ini terperangkap saat melintas di KM 74 Desa Gunung Raya, ketika material longsor menuruni badan jalan dari puncak Gunung,” ungkapnya.
Kejadian ini terjadi ketika mobil itu membawa muatan telur asin dari Barabai menuju Batulicin. Sarifudin menjelaskan bahwa pihak kepolisian setempat dan aparat desa telah tiba di lokasi untuk memberikan bantuan, bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu dan masyarakat sekitar.
Namun, tantangan belum berakhir. Kepala Pelaksana BPBD Tanah Bumbu, Sulhadi, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi pada Sabtu, 11 Mei 2024, telah menyebabkan dua titik longsor di Desa Gunung Raya, Km 74, dan Desa Emil baru, Km 80, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu.
“Sementara itu, akses transportasi darat Batulicin-Kandangan saat ini terputus, menyisakan peringatan serius bagi warga yang melintas untuk selalu waspada, terutama saat hujan deras melanda,” tutup Sulhadi, mengingatkan akan bahaya yang mengancam.


