lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) Perkara Tindak Pidana Perpajakan dari Penyidik Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah, Selasa (10/9/2024)
Serah terima berkas dan tersangka dilakukan di Kejaksaan Negeri Banjarmasin, kepada Jaksa Peneliti (Jaksa P-16) Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan melalui Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Banjarmasin.
Dikatakan Kasi Penkum Kejati Kalsel Yuni Priyono dalam siaran pers Nomor: PR-133/O.3.3.6/Kph.1/09/2024, bahwa tersangka S menjabat sebagai Direktur PT Berkat Sarana Buana, perusahaan yang bergerak di bidang usaha kontruksi dan terdaftar sebagai wajib pajak di KPP Pratama Banjarmasin.
“Tersangka S disangka melakukan tindak pidana perpajakan yaitu dengan sengaja tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT) dan/atau tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut melalui Wajib Pajak PT. BSB untuk masa Agustus 2016 dan masa Desember 2016, sehingga dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara, sebagaimana dimaksud dalam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (1) huruf c dan/atau huruf i Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang,”katanya
Perbuatan yang dilakukan tersangka S tersebut terjadi pada waktu masa Agustus 2016 dan masa Desember 2016 yang telah menimbulkan kerugian sekurang-kurangnya sebesar Rp. 588.516.711.
Atas perbuatan tersebut tersangka S terancam pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling sedikit 2 (dua) kali pajak terhutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling banyak 4 (empat) kali jumlah pajak terhutang yang tidak atau kurang dibayar.
“Kepada tersangka S dilakukan penahanan dengan Surat Perintah Penahanan Nomor : PRINT – 3100/O.3.10/Ft.2/09/2024 tanggal 10 September 2024 selama 20 (dua puluh) hari kedepan di Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin dan perkaranya akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Banjarmasin Kelas IA untuk disidangkan,”jelas Yuni Priyono.


