lenterakalimantan.com, BARITO KUALA – Abah Guru Haji Sugiannor menyampaikan pandangannya mengenai pemerintahan baru Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang kini dipimpin oleh Bupati Haji Bahrul Ilmi dan Wakil Bupati Herman. Menurutnya, pasangan pemimpin ini menghadapi tantangan besar dalam menjalankan amanah masyarakat.
“Memimpin daerah bukan perkara mudah. Diperlukan perencanaan matang dan kebijakan yang tepat, terutama saat mengambil keputusan strategis, seperti mengganti pejabat. Setiap langkah harus diperhitungkan dengan cermat,” ungkap Abah Guru saat ditemui di kediamannya di Handil Bakti, Senin (20/1/2025).
Ia menilai, Bupati Haji Bahrul memiliki visi besar untuk membawa perubahan nyata di Batola. Abah Guru menekankan pentingnya evaluasi objektif terhadap pejabat lama untuk menentukan apakah perlu dirotasi atau diganti.
“Pak Bahrul tidak sekadar ingin menjadi pemimpin, tetapi ingin menciptakan perubahan besar. Fokusnya adalah mempercepat pembangunan daerah yang masih tertinggal,” ujarnya.
Menurut Abah Guru, pejabat yang telah menjabat selama lima hingga lima belas tahun harus dievaluasi secara mendalam. Ia melihat perombakan pejabat eselon 2 dan 3 sebagai langkah penting untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan.
“Perubahan struktur sangat mungkin dilakukan. Pak Bahrul pasti akan memilih orang-orang yang lebih kompeten dan sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Abah Guru juga menegaskan bahwa pejabat yang dipilih harus memenuhi kriteria tertentu, seperti kemampuan melayani masyarakat dengan baik, bekerja secara adil, dan menjauhkan diri dari tindakan yang menyakiti hati rakyat. “Pejabat yang diperlukan bukan hanya pintar atau berpenampilan baik, tapi yang memahami kebutuhan masyarakat dan benar-benar mau bekerja untuk rakyat,” tambahnya.
Bagi Abah Guru, pemerintahan yang ideal adalah yang mampu mengutamakan kesejahteraan rakyat di atas segalanya. Pejabat yang ditunjuk harus bisa menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat serta memastikan kebijakan yang diambil memberikan manfaat nyata bagi banyak orang.
Meski diakui tantangannya tidak mudah, Abah Guru optimis kepemimpinan Haji Bahrul dan Herman dapat membawa Batola menuju kemajuan. “Memindahkan atau mengganti pejabat lama membutuhkan kerja keras dan dukungan masyarakat. Namun, dengan niat yang tulus dan strategi yang tepat, perubahan itu bisa terwujud,” pungkasnya.
Kini, masyarakat Batola menaruh harapan besar pada kepemimpinan Haji Bahrul dan Herman untuk menciptakan pemerintahan yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan rakyat.


