lenterakalimantan.com, TANJUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabalong telah memiliki sistem Early Warning System (EWS) untuk mengurangi dampak bencana alam bagi masyarakat.
Sistem EWS ini merupakan teknologi digital yang berperan sebagai peringatan dini dan dipergunakan untuk memantau terjadinya potensi bencana alam khususnya banjir. Sementara, penggunaan dari EWS ini pula bisa dipantau melalui TV digital dan memiliki tiga warna pemberitahuan, yaitu merah (awas), kuning (siaga) dan biru (waspada). Kepala Pelaksana BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi, mengatakan teknologi ini merupakan alat pendeteksi dini kesiapsiagaan untuk menghadapi bencana khususnya banjir di Tabalong.
“BPBD Tabalong sudah ada alat EWS ini untuk mendeteksi dini terhadap potensi terjadinya banjir di Tabalong,” kata Haris, Kamis (23/1/2025).
Lanjut dia, alat ini dipasang di Desa Mahe Seberang, Kecamatan Tanjung dan Desa Simpung Layung, Kecamatan Muara Uya. Sementara untuk pemantauan langsung di pusat pengendali operasi (Pusdalops) Kantor BPBD Tabalong selama 24 jam nonstop oleh operator.
“Dua alat ini mengendalikan debit air di Sungai Tabalong Kanan dan Kiwa,” ungkapnya.
Haris menjelaskan, semisal debit air di Sungai Tabalong ini meningkat drastis karena intensitas hujan tinggi di daerah hulu, maka masyarakat akan diberitahu melalui media sosial dengan tingkatan normal, siaga, waspada dan awas.
“Jika kita beritahu ke masyarakat, maka kemungkinan akan terjadi banjir di hulu,” pungkasnya.


