lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Warga Desa Benua Raya RT 3, Kecamatan Bati-Bati, Tanah Laut (Tala), Kalsel, mengungsi ke tempat yang lebih aman dari genangan banjir.
Di lokasi ini rumah, musala dan sekolah TK/TPA terendam, ada juga air hingga di atas pinggang orang dewasa. Keadaan di tempat itu lumpuh total tidak ada aktivitas warga di dalam rumah.
Banjir mulai naik ke pemukiman RT 3 diperkirakan hampir satu bulan lamanya, yang terlihat lebih parah air semakin meninggi sudah satu minggu ini disebabkan air sungai berdekatan dengan rumah warga makin meluap tidak bisa lagi menampung air.
Tenaga pengajar sekolah TK/TPA meliburkan muridnya untuk keselamatan jangan sampai terjadi yang tidak diinginkan.
“Banjir naik ke permukiman yang parah sudah satu minggu ini saja, dan warga di sini tidak bisa melakukan apapun bekerja ke sawah pun sudah tidak bisa,” kata Amir Hasan salah satu warga kepada lenterakalimantan.com, Rabu (22/1/2025).
Ia menambahkan, warga di RT 3 kebanyakan mengungsi mencari tempat lebih aman dari tingginya banjir.
“Semua keluarga saya sudah diungsikan ke Desa Bentok,” ucapnya.
Senada dengan dia, Siti Faizah warga setempat mengatakan, sudah hampir 2 minggu banjir merendam bangunan di TK/TPA Talaimusabiyah. Semakin parahnya banjir merendam akses jalan d itempat tersebut sehingga tidak bisa lewat untuk sekolah.
“Demi keamanan anak-anak ke sekolah diputuskan untuk diliburkan dan kurang lebih siswanya ada 70 orang, dan gurunya 8 orang,” pungkasnya.
Cukup untuk informasi saja, Banjir di Tanah Laut berdampak di tiga kecamatan, Bati-Bati, Kurau dan Bumi Makmur.
Di mana banjir ini datang dikala musim hujan tiba dengan intensitas tinggi hingga aliran sungai tidak mampu menampung debit air.
Banjir di Tala termasuk musiman dikala musim hujan tiba. Hingga saat ini belum ada solusinya menangani banjir tersebut. Banjir ini tidak bisa dianggap sepele namun perlu diperhatikan bersama-sama guna masyarakat lebih sejahtera dan Tala semakin maju.


