lenterakalimantan.com, MARABAHAN – Warga Desa Panca Karya dan Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala (Batola), berharap perbaikan jalan sepanjang 5,8 kilometer dan delapan jembatan yang menjadi akses utama ke desa mereka segera direalisasikan oleh pemerintah.
Kepala Desa Tanjung Harapan, Suriani, mengatakan bahwa berbagai persyaratan administratif untuk perbaikan jalan dan jembatan telah dipenuhi, sehingga besar harapan proyek tersebut dapat terealisasi pada tahun 2025 melalui program Infrastruktur Jalan Daerah (IJD).
“Jalan untuk Desa Tanjung Harapan sepanjang 3,8 kilometer dan Desa Panca Karya dua kilometer. Untuk jembatan ada delapan buah. Kami berharap perbaikannya bisa masuk dalam program tahun 2025 karena semua persyaratan sudah dilengkapi,” ujar Suriani, Kamis (16/01/2025).
Suriani menjelaskan, tahap awal perbaikan jalan dan jembatan sudah dimulai dengan pemindahan tiang listrik dan pembebasan lahan yang telah mendapat persetujuan dari warga.
“Pembebasan lahannya sekitar 10 meter dari badan jalan ke sebelah kanan. Semua sudah disepakati warga, tinggal realisasinya saja. Kami berharap Bupati dan Wakil Bupati Batola yang baru bisa membantu mewujudkannya,” tuturnya.
Selain itu, Suriani juga menyoroti perlunya peninggian halaman masjid di desanya, karena saat air pasang, halaman masjid kerap tergenang air.
“Kami khawatir jika tidak ada renovasi atau perbaikan, lama-kelamaan akan terjadi erosi,” jelasnya.
Menurutnya, rencana perbaikan jalan dan jembatan tersebut sudah beberapa kali ditinjau oleh Balai Jalan dan Jembatan Wilayah Kalimantan Selatan, bahkan desainnya telah disiapkan.
“Mudah-mudahan pembangunan bisa terealisasi tahun 2025,” tegas Suriani.
Sementara itu, Bupati Batola Terpilih 2024, H Bahrul Ilmi, yang meninjau langsung kondisi jalan dan jembatan tersebut, menyatakan dukungannya terhadap upaya perbaikan infrastruktur di dua desa itu.


