lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU – Puluhan anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan mendongeng yang digelar Komunitas Kampung Dongeng Indonesia (KDI) Tanah Bumbu bersama Komunitas Tanah Bumbu Mendongeng (KTM), di Alun-Alun Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, Sabtu (12/7/2025).
Anak-anak usia dini yang hadir didampingi orang tuanya begitu semangat mendengarkan cerita yang disampaikan penuh ekspresi oleh pendongeng dari komunitas tersebut.
Dalam pantauan lenterakalimantan.com, kegiatan mendongeng ini menggunakan media boneka bernama Jack yang berhasil mencuri perhatian para peserta kecil.
Salah satu pendongeng, Trialis Nurika Evi atau yang akrab disapa Kak Alis, membawakan cerita berjudul “Bersedekahlah Kalau Tidak Mau Digigit Ular”. Cerita itu mengisahkan seorang anak bernama Lala dan neneknya yang rajin bersedekah, sebagai pelajaran untuk menghindari konsekuensi buruk di akhirat.
“Nenek Lala mengajarkan, kalau punya rezeki lebih, rajin-rajinlah bersedekah agar di akhirat tidak digigit ular,” jelas Kak Alis. Ia berharap melalui cerita tersebut anak-anak bisa belajar pentingnya berbagi sejak dini.
Cerita tersebut sukses menyentuh hati para pendengar cilik dan memotivasi mereka untuk lebih peduli terhadap sesama.
Kepada media, Kak Alis menjelaskan bahwa Komunitas Kampung Dongeng telah aktif selama delapan tahun dan rutin mengadakan sesi dongeng terbuka setiap Minggu pagi di halaman Base Camp Al Fath Batulicin. Namun, kali ini mereka tampil lebih terbuka di Alun-Alun Bersujud agar bisa diikuti masyarakat luas.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menghibur anak-anak sekaligus menanamkan nilai-nilai kepedulian sosial. Kami ingin anak-anak lebih mudah memahami makna bersedekah dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Sementara itu, Mega, salah satu orang tua peserta, mengaku senang dengan kegiatan ini. Ia tak sengaja menemukan acara dongeng saat sedang jalan-jalan bersama anaknya.
“Tadi saya hanya ingin wisata kuliner bersama anak. Tapi karena kebetulan ada acara mendongeng, kami jadi ikut duduk santai dan mendengarkan. Kegiatan seperti ini sangat positif, apalagi bisa membuat anak-anak belajar berinteraksi sambil bermain dan mendengarkan cerita,” ujarnya.
Editor: Muhammad Tamyiz


