lenterakalimantan.com, PALANGKA RAYA – Aula Eka Hapakat di Kantor Gubernur Kalimantan Tengah tampak lebih hidup dari biasanya, Selasa siang, 16 Juli 2025. Sebanyak 14 kandidat dari delapan kabupaten/kota, termasuk pelaku UMKM, koperasi, pemerintah desa, dan perusahaan swasta, mengikuti proses seleksi Paritrana Award Provinsi Kalimantan Tengah 2025.
Yang menarik, Staf Ahli Gubernur Bidang Pemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Hamka, duduk sebagai salah satu pewawancara utama.
Diapit dua pejabat penting Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Farid Wajdi serta Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Kalteng Masykur Hamka menyoroti pentingnya regulasi daerah yang mewajibkan perlindungan ketenagakerjaan.
Baca Juga : Kadis TPHP Kalteng Dorong Teknologi Pascapanen di Lahan Pasang Surut Kapuas
Paritrana Award, penghargaan dari pemerintah pusat, ditujukan bagi institusi yang menunjukkan komitmen nyata terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan, utamanya lewat kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan.
Wawancara berlangsung dinamis. Dari kategori UMKM, seorang pengusaha bernama Amelia dari Indang Apang Galeri tampil percaya diri. Perempuan yang memulai usaha kerajinan lokal sejak 2019 itu bercerita bahwa sejak 2020, seluruh pekerjanya telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.
“Kami ingin pekerja kami sejahtera, terlindungi, dan dapat menikmati manfaat pensiun ketika tiba waktunya. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai pelaku usaha,” ujar Amelia.
Penyelenggaraan Paritrana Award di tingkat provinsi tak sekadar seremonial. Di baliknya, ada upaya sistematis menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya perlindungan bagi pekerja, baik di sektor formal maupun informal.
Melalui ajang ini, pemerintah daerah mendorong semua lini terutama UMKM dan desa agar tak mengabaikan hak dasar para pekerja. Hadirnya regulasi seperti Perda, Perbup, hingga Perwali yang mengatur kewajiban jaminan sosial menjadi indikator utama dalam penilaian.
Jika semua pihak serius menjalankan komitmen tersebut, bukan mustahil Kalimantan Tengah menjadi salah satu provinsi yang unggul dalam perlindungan ketenagakerjaan.
Editor : RIAN


