lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Santri dan Santriwati Pondok Pesantren Darussalim, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam ajang Musabaqah Qiraatil Kutub Nasional (MQKN) 2025.
Sebelum melangkah ke tingkat nasional, para santri lebih dulu mengikuti babak penyisihan secara daring melalui sistem Computer Based Test (CBT), yang diikuti oleh peserta dari berbagai pesantren di seluruh Indonesia. Dari seleksi tersebut, santri Darussalim berhasil unggul di berbagai jenjang lomba.
Pada Marhalah Ula (setara SD/MI), santri putra dan putri meraih prestasi di bidang Fiqh dan Nahwu. Di jenjang Marhalah Wustha (setara SMP/MTs), santri putra menonjol di bidang Akhlak, Hadits, dan Nahwu, sementara santri putri meraih capaian di bidang Nahwu.
Adapun pada Marhalah Ulya (setara SMA/MA), santri putra kembali mengukir prestasi di bidang Tauhid dan Nahwu.
Prestasi ini ,bukan kali pertama Ponpes Darussalim menunjukkan kiprahnya di ajang MQKN. Sebelumnya, pesantren ini juga mencatat prestasi pada tahun 2006, 2011, 2014, 2017, dan 2023, termasuk meraih gelar juara nasional.
Ustaz Saifullah, salah satu dewan guru, mengatakan keberhasilan ini merupakan buah dari pembinaan jangka panjang yang konsisten, bukan semata-mata persiapan untuk MQKN tahun ini saja.
“Mereka sudah dibina sejak awal untuk bisa membaca dan memahami kitab. Prosesnya panjang, penuh motivasi dan latihan. Jadi saat ada lomba seperti ini, mereka sudah siap secara keilmuan dan mental,” jelas Ustaz Saifullah, Minggu (20/7/2025).
Ia menambahkan, pengalaman belajar yang berkelanjutan membuat para santri lebih percaya diri dalam menghadapi kompetisi. Tinggal memperkuat semangat dan fokus untuk melangkah ke tahap berikutnya.
Berkat ketekunan itu, santri Ponpes Darussalim berhasil meraih juara 1 di sejumlah kategori dan akan mewakili Kalimantan Selatan di babak lanjutan.
“Untuk tingkat Ulya nanti akan diadu lagi antar kabupaten. Pemenang tingkat provinsi akan mewakili Kalsel di nasional,” tambah Ustadz Saifullah.
Sebelum menuju babak final nasional yang akan digelar secara luring di Ponpes As’adiyah, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, pada 1–7 Oktober 2025, akan diadakan tahap seleksi daring melalui Zoom. Enam peserta terbaik dari masing-masing bidang akan melaju ke tahap akhir.
Ustadz Saifullah juga berharap dukungan pemerintah daerah semakin maksimal. Sebelumnya sudah ada perhatian dari pemda. Kami berharap kali ini bisa lebih maksimal, karena ini berpeluang membawa nama Tanah Laut harum, bahkan di tingkat nasional hingga Asia.
Sebagai informasi, bidang-bidang yang dilombakan dalam MQKN 2025 terbagi berdasarkan jenjang , di antaranya :
Marhalah Ula: Nahwu, Fiqh
Marhalah Wustha: Fiqh-Usul Fiqh, Tafsir, Akhlak, Hadis, Nahwu
Marhalah Ulya: Fiqh-Usul Fiqh, Tafsir-Ilmu Tafsir, Hadis-Ilmu Hadis, Akhlak, Nahwu, Tauhid, Tarikh.
Editor : Dad


