lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU – Sebuah video amatir yang memperlihatkan dugaan perselingkuhan oknum pejabat publik mendadak viral di media sosial, khususnya Instagram.
Dalam video tersebut, seorang pria yang diduga merupakan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tanah Bumbu berinisial BM terlihat terlibat dalam situasi yang memicu keributan dengan seorang wanita yang disebut sebagai istrinya.
Rekaman berdurasi singkat itu memperlihatkan seorang perempuan yang diduga istri BM merekam langsung kejadian di depan sebuah minimarket. Ia tampak emosional sambil menyorotkan kamera ke arah BM dan seorang wanita berhijab yang berada di dalam mobil.
“Pak KPU, guys. Ini nih selingkuhannya, guys. Pak KPU mau nikah sembunyi-sembunyi di belakang istri,” ujar suara perempuan dalam video tersebut dengan nada bergetar.
Dalam video, BM terlihat lebih banyak diam dan berusaha menghindari sorotan kamera. Sementara itu, wanita di dalam mobil tampak tertunduk dan menutupi wajahnya sambil memainkan ponsel.
Menanggapi video yang viral tersebut, BM akhirnya memberikan klarifikasi. Ia membantah tuduhan perselingkuhan dan menyebut kondisi rumah tangganya memang sedang tidak harmonis.
“Tidak benar. Memang kondisi keluarga saya sedang kurang baik,” ujar BM saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (2/5/2026).
BM juga membenarkan bahwa perempuan yang merekam video tersebut adalah istrinya. Namun, ia menyebut sang istri memiliki tingkat kecemburuan yang tinggi.
“Memang dari dulu cemburunya berlebihan, sehingga hal seperti ini dibuat viral,” tambahnya.
Terkait wanita yang berada di dalam mobil, BM menegaskan bahwa yang bersangkutan hanyalah rekan aktivis. Ia menyebut keberadaan mereka di lokasi tersebut untuk menunggu rekan lainnya guna berdiskusi.
“Itu hanya teman aktivis. Kami sedang menunggu teman lain untuk berdiskusi santai. Latar belakang saya memang aktivis, jadi sering berdiskusi,” jelasnya.
Lebih lanjut, BM mengklaim saat itu mereka tengah membahas gagasan terkait perbaikan sistem pemilu ke depan, termasuk konsep metode hybrid electoral system yang menggabungkan e-voting dan sistem konvensional.
Ia menilai diskusi tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan ruang publik yang produktif dan konstruktif.
Meski klarifikasi telah disampaikan, video tersebut telanjur memicu perdebatan luas di masyarakat, khususnya terkait etika dan integritas pejabat publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari KPU Kabupaten Tanah Bumbu terkait video viral tersebut.
Editor: Muhammad Tamyiz


