lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Banjarmasin melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap seorang pria yang dilaporkan terseret arus dan tenggelam di Sungai Desa Mangkalapi, Kecamatan Teluk Kepayang, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (23/11/2025).
Korban diketahui bernama Khairan Tomy (28), seorang penambang emas yang berdomisili di Jl. Balai Madu, Desa Mangkauk, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar.
Insiden tersebut terjadi pada koordinat 3°22’06.4″S – 115°32’40.0″E. Berdasarkan keterangan saksi, pada PD TW 1122 2145 H, saksi mendengar teriakan korban dari tengah sungai. Diduga korban terseret arus kuat saat berada di aliran sungai.
Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada tali yang biasa digunakan warga. Namun derasnya arus membuat korban tidak mampu bertahan. Pegangannya terlepas meski saksi berupaya menolong, hingga akhirnya korban hanyut dan tidak terlihat lagi.
Keesokan harinya, kejadian ini dilaporkan oleh Nigra Saputra kepada Unit Siaga SAR Batulicin pada PD TW 1123 0740 H dan diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin.
Tim SAR Gabungan tiba di lokasi sekitar PD TW 1123 1030 H, dan mulai melakukan penyisiran pada PD TW 1123 1045 H.
Area pencarian difokuskan pada sektor seluas 500 meter ke arah hilir dari titik hilangnya korban, dengan koordinat sektor berikut:
A: 3°22’6.79″S – 115°32’37.42″E
B: 3°22’23.04″S – 115°32’48.36″E
C: 3°22’21.55″S – 115°32’48.61″E
D: 3°22’6.39″S – 115°32’39.01″E
Entry: 3°22’6.84″S – 115°32’38.41″E
Exit: 3°22’21.71″S – 115°32’48.10″E
Operasi ini melibatkan Basarnas Banjarmasin, Unit Siaga SAR Batulicin, unsur TNI–Polri, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat.
Kepada Lenterakalimantan.com, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyampaikan bahwa timnya bergerak cepat setelah menerima laporan.
“Ya sejak menerima laporan, kami langsung menggerakkan personel dan peralatan menuju lokasi untuk mempercepat proses pencarian. Kondisi arus sungai yang kuat menjadi tantangan utama, namun Tim SAR Gabungan tetap melaksanakan operasi secara maksimal dan terukur,” ujarnya.
Putu Sudayana juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan memberikan informasi apabila melihat tanda-tanda keberadaan korban.
“Operasi pencarian akan terus kami lanjutkan hingga korban ditemukan, dengan tetap memperhatikan keselamatan tim dan kondisi di lapangan,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, korban masih dalam pencarian. Tim SAR Gabungan terus melakukan penyisiran dan pemantauan di sepanjang aliran sungai.
Editor: Muhammad Tamyiz


