lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Anis Matta menekankan pentingnya memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara Islam, khususnya dalam bidang ekonomi dan pendidikan, saat menggelar ramah tamah di Banjarmasin baru-baru ini.
Dalam pertemuan tersebut, Anis Matta menyampaikan, pemerintah tengah menggali potensi kerja sama ekonomi melalui koordinasi dengan pemerintah daerah. Salah satu rencana strategis adalah membuka desk Kementerian Luar Negeri di setiap provinsi untuk melakukan pemetaan ekonomi mikro dan mempertemukan potensi lokal dengan peluang dari negara-negara Islam.
“Hubungan Indonesia dengan negara-negara Islam sudah kuat. Banyak masyarakat Banua yang menunaikan ibadah haji dan umrah setiap tahunnya. Berdasarkan catatan Arab Saudi, mereka memerlukan sekitar 3 juta visa untuk jamaah Indonesia. Ini potensi yang sangat besar dan harus dimaksimalkan,” ujar Anis Matta.
Selain sektor ekonomi, Anis Matta menyoroti kerja sama di bidang pendidikan. Ia menjelaskan, masyarakat Kalimantan Selatan dikenal religius, sehingga Kalsel menjadi lokasi potensial bagi mahasiswa dari negara-negara Islam untuk menempuh pendidikan tinggi. Beberapa universitas, termasuk Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan UIN Banjarmasin, bahkan telah menawarkan program beasiswa khusus untuk mahasiswa Palestina.
Ia berharap langkah-langkah tersebut dapat mempererat hubungan bilateral dan membuka peluang ekonomi serta pendidikan yang lebih luas antara Indonesia dan negara-negara Islam.
Editor : Tim Redaksi


