lenterakalimantan.com, KOTABARU – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Kodam XXII/Tambun Bungai Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai melalui kegiatan ground breaking yang digelar secara daring, Senin (6/4/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di RT 07 Desa Limbungan, Kecamatan Hampang, Kabupaten Kotabaru tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga pukul 10.00 WITA.
Turut hadir dalam kegiatan itu Dandim 1004/Kotabaru Letkol Inf Cecep Cahyadi, S.E., M.I.Pol, Danyon TP 884/Saijaan Letkol Inf Priya Firmansyah, S.E., M.M., Anggota DPD Kabupaten Kotabaru Agus Subejo, Danramil 1004-13/Kelumpang Hulu Kapten Inf Damuri, perwakilan TNI AL Kapten Laut (P) Deni Ari Sukarno, Kapolsek Hampang Iptu Cuncun Subartono, S.H., M.M., Kepala Desa Limbungan Kurdi, unsur pemerintah kecamatan, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutan yang disampaikan secara virtual, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayor Jenderal TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc menegaskan bahwam pembangunan jembatan ini merupakan wujud nyata komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil.
“Ini merupakan hasil sinergi yang luar biasa antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat melalui kegiatan bakti TNI,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, serta membuka akses ekonomi masyarakat.
“Kami berharap kehadiran jembatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan semakin memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tegasnya.
Pangdam juga mengingatkan seluruh personel yang terlibat agar selalu mengutamakan faktor keamanan serta menjaga kualitas pekerjaan sesuai standar teknis yang berlaku.
Sementara itu, pelapor kegiatan menyebut ground breaking ini sebagai langkah strategis dalam mempercepat pembangunan di wilayah terpencil, khususnya Kecamatan Hampang.
“Pembangunan jembatan ini berpotensi meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas orang maupun barang, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini,” pungkasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis, foto bersama, serta interaksi Pangdam dengan jajaran Kodim, sebelum ditutup dengan doa bersama.
Editor: Muhammad Tamyiz


