lenterakalimantan.com, TANJUNG – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Tabalong menggelar kegiatan Evaluasi dan Penguatan Inovasi Daerah di Aston Tanjung City Hotel, Selasa (14/4/2026).
Acara ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama terkait penguatan inovasi oleh seluruh pimpinan instansi.
Hadir sebagai narasumber utama, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Dr. Yusharto Huntoyungo.
Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendorong budaya inovasi di seluruh lini. Ia mengingatkan kembali prestasi membanggakan yang diraih pada tahun 2025.
”Sebagaimana kita ketahui bersama, pada tahun 2025 Kabupaten Tabalong telah meraih prestasi sebagai Kabupaten Terinovatif se-Indonesia dalam ajang Innovative Government Awards (IGA). Capaian ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk terus kita pertahankan bahkan tingkatkan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa inovasi tidak boleh hanya berorientasi pada penghargaan (awards). Menurutnya, inovasi adalah sebuah keharusan dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Melalui evaluasi ini, Rifani berharap setiap perangkat daerah melakukan refleksi menyeluruh terhadap program yang telah berjalan, agar setiap inovasi memiliki dampak yang jelas, terukur, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
”Mari kita jadikan inovasi sebagai gerakan bersama, bukan hanya tugas segelintir orang, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua. Saya berharap akan lahir semangat baru dan ide-ide kreatif yang mampu mendorong kemajuan daerah kita,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bapperida Tabalong, Arianto, melaporkan bahwa perkembangan indeks inovasi daerah menunjukkan tren yang terus mengalami peningkatan.
“Hal ini menjadi indikator bahwa komitmen dan upaya yang dilakukan oleh seluruh perangkat daerah dalam mengembangkan inovasi telah memberikan hasil yang positif,” katanya.
Kendati demikian, ia menyebut peningkatan ini perlu terus dijaga dan ditingkatkan melalui evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
Untuk tahun 2026, rangkaian kegiatan inovasi daerah telah disusun secara sistematis. Mulai dari sosialisasi, penginputan inovasi dalam aplikasi Database Inovasi Daerah (DINDA), pelaksanaan coaching clinic, hingga evaluasi inovasi daerah.
“Selanjutnya akan dilakukan perbaikan data serta pendampingan penginputan inovasi ke dalam aplikasi IGA Kemendagri. Timeline ini menjadi panduan kerja bersama agar seluruh tahapan dapat berjalan tepat waktu dan optimal,” ucapnya.
Editor: Rizki


