lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Tim Penggerak (TP) Posyandu Kabupaten Tanah Laut (Tala) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
Kegiatan difokuskan pada pelayanan Metode Operasi Wanita (MOW) atau tubektomi serta Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi.
Program ini bertujuan memberikan akses pelayanan KB yang aman, efektif, dan permanen bagi pasangan usia subur, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keluarga.
Melalui momentum Hari Kartini, kegiatan ini juga menjadi simbol pemberdayaan perempuan dalam menentukan kesehatan reproduksi, sekaligus mendorong peran aktif laki-laki dalam program KB.
Kegiatan yang dilaksanakan di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari, Senin (27/4/2026), diharapkan mampu menekan angka kelahiran yang tidak direncanakan serta mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas di Kabupaten Tanah Laut.
Kegiatan ini dihadiri Ketua TP Posyandu Kabupaten Tanah Laut, Dian Rahmat, didampingi Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II TP Posyandu. Hadir pula Ketua GOW Kabupaten Tanah Laut Wiwi Zazuli, Kepala Dinas DP3AP2KB Maria Ulfah, Direktur RSUD Hadji Boejasin drg. Budi Rukhiyat beserta jajaran, perwakilan BKKBN, para kepala SKPD, Kabid KBKS, tenaga medis, Petugas Lapangan KB (PKB), serta para akseptor dan keluarga pendamping.
Dalam sambutannya, Dian Rahmat menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelayanan KB serentak yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini ke-145.
“Hari ini dilaksanakan pelayanan KB serentak dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-145, dengan layanan KB metode kontrasepsi jangka panjang yaitu MOW dan MOP,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Bumi Tuntung Pandang. Diharapkan, pelayanan ini dapat membantu masyarakat dalam pengaturan kelahiran sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Sementara itu, Kepala Dinas DP3AP2KB Kabupaten Tanah Laut, Maria Ulfah, menjelaskan bahwa meskipun kondisi demografi Tanah Laut tergolong stabil, cakupan kepesertaan kontrasepsi permanen masih perlu ditingkatkan.
“MOW dan MOP merupakan metode kontrasepsi jangka panjang untuk mengendalikan angka TFR atau kelahiran. Saat ini angka TFR Tanah Laut sudah sesuai target nasional, yakni 2,21. Namun, jumlah akseptor MKJP masih belum optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk kolaborasi antara TP Posyandu, DP3AP2KB, serta Dinas Kesehatan melalui RSUD Hadji Boejasin.
Berdasarkan data, total akseptor yang terlayani sebanyak 22 orang, terdiri dari 20 akseptor MOW dan 2 akseptor MOP. Rinciannya, akseptor MOW berasal dari Kecamatan Pelaihari (6 orang), Batu Ampar (4 orang), Jorong (1 orang), Bati-Bati (5 orang), Bajuin (3 orang), dan Tambang Ulang (1 orang). Sementara akseptor MOP berasal dari Kecamatan Pelaihari (1 orang) dan Takisung (1 orang).
Sebagai bentuk dukungan, seluruh peserta menerima uang ganti hidup sebesar Rp450.000 serta paket sembako senilai Rp1.000.000 sebagai apresiasi atas partisipasi mereka dalam menyukseskan program pengendalian penduduk.
Editor: Rizki


