lenterakalimantan.com, SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya dalam mengawal investasi agar tidak sekadar berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat dan daerah.
Penegasan itu disampaikan Gubernur Kalimantan Timur, Dr H Rudy Mas’ud (Harum), saat menerima manajemen PT Kobexindo di ruang rapat Gubernur Kaltim, Senin (27/4/2026).
Menurut Gubernur Harum, Kaltim memang menjadi salah satu wilayah strategis bagi investasi, baik penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA). Namun, pemerintah daerah tidak hanya membuka pintu bagi investor, melainkan juga menuntut komitmen yang jelas terhadap pembangunan daerah.
“Terima kasih Kobexindo sudah memilih Kaltim sebagai wilayah investasi strategisnya. Tapi yang kami harapkan bukan sekadar investasi angka, melainkan investasi yang membawa manfaat nyata,” tegasnya.
Ia menekankan, investasi yang dibutuhkan Kaltim adalah yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, serta melibatkan pelaku usaha daerah.
“Investasi harus menumbuhkan nilai ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memberi dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh, Gubernur Harum juga menyoroti pelaksanaan corporate social responsibility (CSR) perusahaan agar tidak hanya bersifat formalitas. Ia mengingatkan dana CSR yang digelontorkan perusahaan harus benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Dengan nilai CSR yang mencapai tidak kurang dari Rp5 miliar, menurutnya program tersebut harus diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, khususnya dalam pemenuhan standar pelayanan minimum (SPM).
“Yang dibutuhkan masyarakat itu SPM, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi lokal, UMKM, hingga infrastruktur. Kita masih melihat ada jalan yang sudah dicor, tapi juga banyak yang amblas,” ungkapnya.
Gubernur kembali menegaskan, program CSR tidak boleh sekadar menghamburkan dana, tetapi harus memiliki tujuan jelas dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan, sekaligus membangun hubungan yang baik dengan para pemangku kepentingan.
“Pemerintah Provinsi Kaltim mendukung penuh investasi yang sehat dan legal. Tapi harus taat regulasi, menghormati lingkungan, melibatkan tenaga kerja lokal, dan membangun kemitraan dengan daerah,” pungkasnya.
Sementara itu, General Manager PT Kobexindo, Gong Wei, menjelaskan perusahaan telah mengantongi izin usaha sejak 2019 dan mulai membangun konstruksi pada 2021.
“Tahun 2023 kami mulai produksi dengan target 8 juta ton per tahun. Saat ini baru mencapai 4 juta ton, sementara sisanya masih dalam tahap konstruksi. Target kami, 2027 kapasitas penuh sudah tercapai,” jelasnya.
Ia menambahkan, produk semen Portland komposit berkualitas tinggi yang diproduksi PT Kobexindo Cement di Kutai Timur lebih difokuskan untuk pasar ekspor, dengan porsi sekitar 80 persen, sementara 20 persen untuk kebutuhan dalam negeri.
“Pasar ekspor kami meliputi Bangladesh, Malaysia, Taiwan, Filipina, hingga Afrika,” ujarnya, seraya berharap dukungan serta komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Kaltim.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Ujang Rachmad, Kepala DPMPTSP Fahmi Prima Laksana, serta jajaran terkait.


