lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Kondisi memprihatinkan masih dialami warga kurang mampu di Kecamatan Bati-Bati. Salah satunya adalah rumah milik Dalil (66), warga Desa Ujung RT 03, yang hingga kini belum tersentuh program bantuan perbaikan rumah.
Ketua Pokjaluh Kalimantan Selatan, Marliana, menyoroti kondisi rumah tersebut yang dinilai sudah tidak layak huni dan perlu segera mendapatkan bantuan program bedah rumah.
Ia menyebut, di beberapa bagian rumah masih ditemukan dinding kayu yang lapuk, jendela rusak, serta atap yang sebelumnya bocor. Kondisi itu dinilai berisiko bagi keselamatan penghuni, terlebih saat musim hujan.
“Rumah ini layak mendapatkan program bedah rumah. Kondisinya sangat memprihatinkan, apalagi pemiliknya seorang lansia,” ujar Marliana, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, program tersebut bukan sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga memberikan harapan bagi keluarga agar dapat hidup lebih sehat dan sejahtera.
Marliana menegaskan, pihaknya dari penyuluh agama Kalimantan Selatan siap mendorong dan memperjuangkan agar rumah warga yang layak dapat segera memperoleh bantuan.
“Kami siap membantu memperjuangkan warga yang membutuhkan program bedah rumah,” tegasnya.
Sementara itu, Nahdi, anak dari Dalil, mengaku kondisi ekonomi keluarga menjadi kendala utama dalam memperbaiki rumah tersebut. Bahkan, untuk sekadar memperbaiki atap yang bocor, ia terpaksa menjual gabah hasil panen.
Namun, upaya itu belum cukup untuk memperbaiki seluruh bagian rumah yang rusak.
“Kami berharap ada bantuan bedah rumah. Penghasilan sehari-hari hanya mengandalkan buruh tani, jadi sudah tidak sanggup memperbaiki sendiri,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, beberapa waktu lalu pihak perangkat desa sempat mendatangi rumahnya untuk meminta data dan dokumen, yang kemungkinan akan diajukan ke program bedah rumah.
Nahdi berharap, pemerintah maupun pihak terkait dapat segera memberikan perhatian agar rumah orang tuanya bisa diperbaiki dan keluarga dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman.
Editor: Rizki


