lenterakalimantan.com, BARABAI -Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah melalui Badan Kesbangpol menggelar Sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) di Gedung Murakata Barabai, Selasa (19/4/2022).
Pada kesempatan itu, Bupati HST H Aulia Oktafiandi didampingi Ketua TP PKK Kab HST Cheri Bayuni Budjang Aulia Oktafiandi membuka secara resmi kegiatan tersebut.
Menurut Bupati, Perempuan memiliki peran strategi untuk menjaga dan melestarikan lingkungan, mengawasi terjadinya kerusakan dan pencemaran lingkungan.
Hal tersebut, ia kaitkan dengan data nasional 7,2 ton sampah Indonesia masih menumpuk setiap tahunnya, dan 9 persenya atau sekitar 620 ribu ton masuk ke sungai, danau, dan laut. Jumlah ini didominasi oleh sampah yang berasal dari rumah tangga, yang berkisar antara 60 hingga 75 persen.
Untuk itu, sosok perempuan yang kesehariannya bersentuhan langsung dengan hal tersebut dapat menjadi “Agent Of Change” serta penentu kebijakan dalam mengembangkan lingkungan yang responsif gender.
“Saya berharap para perempuan mampu mensenergikan berbagai konsep dalam perumusan pemecahan masalah terhadap hambatan atau kendala yang berkaitan dengan upaya membangun peran perempuan dalam lingkungan hidup. Semoga kegiatan pada hari ini dapat membawa manfaat dan benar-benar menjadi upaya positif bagi masyarakat Kabupaten HST,” terang Bupati.
Disamping itu, Bupati juga mengajak kepada seluruh elemen untuk menjadikan Bumi Murakata sebagai Kabupaten yang menerapkan pemerataan infrastruktur yang lestari dan tata kelola yang memperkuat daya dukung lingkungan dan sosial.
“Mari kita jadikan Hulu Sungai Tengah ini sebagai Kabupaten yang menerapkan pemerataan infrastruktur yang lestari dan tata kelola yang memperkuat daya dukung lingkungan dan sosial, sosialisasi pada hari ini merupakan salah satu contoh nyata yang patut kita apresiasi bersama,” ajaknya.
Sementara Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Mardiyono melaporkan, berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan RI No.6 tahun 2021 tentang pedoman umum Gerakan Nasional Revolusi Mental, maka terbentuklah lima gerakan gugus tugas GNRM yang mencakup program gerakan Indonesia melayani, bersih, tertib, mandiri, dan bersatu.
Mardiyono juga menyampaikan GNRM Indonesia betul-betul peduli terhadap lingkungan, dari hal terkecil bagaimana menghadapi hal sampah yang domistik, dan bagaimana kita berikhtiar dan bagaimana kita berinteraksi mengenai sampah.
“Tujuannya agar kaum ibu/perempuan meningkatkan perannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai agen perubahan dalam masalah kebersihan/lingkungan, dan memberi pembekalan tentang urgennya penjagaan lingkungan hidup demi keberlangsungan masa depan anak cucu, dan juga untuk mewujudkan pelestarian lingkungan hidup yang komprehensif,” tutupnya.


