lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Kegiatan Turbo Rolling City yang digelar Dealer Yamaha PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) di Banjarmasin, Minggu (17/5/2026), menuai sorotan dari sejumlah warga. Di balik kemeriahan promosi lini terbaru “MAXi Yamaha Turbo”, kegiatan tersebut dinilai menimbulkan persoalan terkait penggunaan ruang publik dan potensi gangguan terhadap arus lalu lintas di kawasan perkotaan.
Kegiatan rolling city tersebut dimulai sekitar pukul 17.00 WITA dengan titik start dari Dealer Yamaha Simpang Jalan Ahmad Yani dan berakhir di kawasan Golden Brew, bawah Fly Over Banjarmasin.
Pemilihan waktu pelaksanaan menjadi perhatian karena berlangsung saat aktivitas masyarakat masih cukup tinggi, terutama di jalur utama Jalan Ahmad Yani yang dikenal padat pada sore hingga malam hari, terlebih saat akhir pekan.
Rombongan konvoi kendaraan yang melintas di jalur protokol kota, dinilai berpotensi memperlambat arus kendaraan lain dan menambah kepadatan lalu lintas.
“Acara seperti ini seharusnya jangan dilakukan saat jam sibuk masyarakat. Jalan utama jadi tambah padat dan pengguna jalan lain ikut terdampak,” ujar Yadi, salah seorang pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Kritik juga muncul terkait urgensi kegiatan promosi otomotif yang menggunakan fasilitas jalan umum di tengah kondisi lalu lintas perkotaan yang semakin padat.
Selain itu, panitia kegiatan diketahui menawarkan fasilitas free BBM bagi peserta konvoi. Langkah tersebut turut menuai sorotan karena dianggap kurang sejalan dengan narasi efisiensi energi dan pengurangan emisi yang belakangan sering digaungkan industri otomotif.
Sejumlah warga menilai promosi kendaraan modern semestinya lebih menonjolkan edukasi mengenai efisiensi mesin, keselamatan berkendara, hingga solusi mobilitas perkotaan yang ramah lingkungan.
“Kalau hanya konvoi dan bagi-bagi bensin gratis, kesannya malah mendorong penggunaan kendaraan secara masif, bukan edukasi,” kata salah seorang warga lainnya.
Pemilihan kawasan bawah Fly Over Banjarmasin sebagai titik akhir kegiatan juga dinilai memiliki risiko tersendiri. Lokasi tersebut merupakan salah satu simpul pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah di Kota Banjarmasin.
Aktivitas berkumpulnya peserta, pembagian kopi gratis, hingga sesi hiburan dan promosi produk dikhawatirkan memicu parkir liar serta penumpukan kendaraan di sekitar lokasi.
Di sisi lain, agenda kegiatan yang didominasi promosi produk dan sharing session dianggap belum banyak menyentuh aspek edukasi keselamatan berkendara (safety riding), terutama bagi pengguna motor berkapasitas besar yang digunakan di kawasan perkotaan padat lalu lintas.
Fenomena rolling city dan konvoi komunitas otomotif pun kembali memunculkan perdebatan mengenai batas penggunaan jalan umum untuk kepentingan promosi komersial.
Sejumlah pihak menilai pemerintah daerah dan aparat terkait perlu memperketat pengawasan terhadap kegiatan serupa, khususnya terkait pemilihan waktu pelaksanaan, penentuan rute kegiatan, hingga mitigasi dampak sosial terhadap pengguna jalan lain.
Mereka berharap promosi otomotif di masa mendatang tidak hanya berorientasi pada penguatan pasar dan branding produk, tetapi juga mempertimbangkan kenyamanan publik serta kondisi lalu lintas perkotaan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak humas Dealer Yamaha PT STSJ Banjarmasin, Lisa, yang dihubungi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan terkait kritik tersebut.
Di sisi lain, agenda kegiatan yang didominasi promosi produk dan sharing session dianggap belum banyak menyentuh aspek edukasi keselamatan berkendara (safety riding), terutama bagi pengguna motor berkapasitas besar yang digunakan di kawasan perkotaan padat lalu lintas.


