lenteraklaimantan.com, KUALA KAPUAS – Ketua TP Posyandu Kabupaten Kapuas Hj. Siti Saniah Wiyatno mengikuti Pelatihan Keluarga Tanggap Kebakaran yang diselenggarakan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kapuas di Aula Kecamatan Mantangai, Senin (18/5/2026).
Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran, khususnya di lingkungan rumah tangga.
Dalam kegiatan itu, Hj. Siti Saniah Wiyatno didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kapuas Hertitati Dodo dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kapuas Silvya Veronita Usis I. Sangkai.
Turut hadir Camat Mantangai beserta jajaran, perwakilan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kapuas, kader PKK, kader Posyandu, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Pelatihan diisi dengan penyampaian materi mengenai pencegahan kebakaran, penanganan awal saat terjadi kebakaran rumah tangga, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), hingga simulasi evakuasi darurat.
Ketua TP Posyandu Kabupaten Kapuas Hj. Siti Saniah Wiyatno menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran.
Menurutnya, keluarga memiliki peran utama dalam mencegah kebakaran melalui kewaspadaan terhadap penggunaan instalasi listrik, kompor, maupun sumber api lainnya di lingkungan rumah.
“Melalui pelatihan ini diharapkan masyarakat, khususnya ibu-ibu dan keluarga, dapat memahami langkah-langkah penanganan awal sehingga risiko kebakaran dapat diminimalisir,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan serta menjaga keselamatan lingkungan demi mencegah terjadinya musibah kebakaran.
Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kapuas menyampaikan bahwa pelatihan keluarga tanggap kebakaran merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat guna membangun budaya sadar keselamatan dan kesiapsiagaan bencana.
Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme peserta, terutama saat pelaksanaan simulasi penanganan kebakaran secara langsung.
Editor : Tim Redaksi


