lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Aula Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PRKPLH) Kabupaten Banjar, Jumat (26/6/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan pihaknya telah menetapkan status siaga karhutla sekaligus menyiapkan berbagai sumber daya untuk menghadapi potensi kebakaran.
“Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada September 2026. Karena itu, kami menyiapkan personel, peralatan, serta memperkuat koordinasi dengan instansi vertikal, TNI, Polri, relawan, dan stakeholder terkait,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah sarana pendukung telah disiapkan, di antaranya tandon air, mobil tangki, personel siaga, hingga peralatan pemadaman. Upaya tersebut turut didukung berbagai SKPD, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran dan para relawan.
Untuk mempercepat penanganan di lapangan, BPBD juga menyiapkan tiga posko siaga yang akan diaktifkan di wilayah BPBD Kabupaten Banjar, Martapura Barat, dan Cintapuri Darussalam.
Selain itu, BPBD turut melakukan mitigasi dampak musim kemarau berupa kekeringan. Bantuan air bersih dan tandon telah disalurkan ke dua pondok pesantren di wilayah Beruntung Baru dan Tatah Makmur.
Wasis mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar. Ia menegaskan, pencegahan karhutla menjadi tanggung jawab bersama.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, mengatakan sejumlah kecamatan di wilayahnya masih tergolong rawan karhutla dalam beberapa tahun terakhir.
Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan agar kejadian karhutla dapat diminimalkan.
Editor: Rizki


