lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat Kelurahan Basirih dan Telawang mengemuka dalam kegiatan Penelaahan dan Penyerapan Aspirasi Masyarakat (Reses) Masa Sidang II Tahun 2026 yang digelar Anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Fraksi PDI Perjuangan, Saut Nathan Samosir, di Kedai 99, Banjarmasin Barat, Selasa (12/7/2026) siang.
Reses tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Lurah Basirih dan Telawang, serta ratusan warga yang memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai persoalan yang belum terselesaikan.
Dalam dialog yang berlangsung terbuka, masyarakat menyoroti lambatnya realisasi pembangunan infrastruktur, mulai dari jembatan yang rusak, kondisi jalan lingkungan, hingga kebutuhan penerangan jalan umum (PJU).
Salah satu persoalan yang paling banyak disampaikan ialah belum diperbaikinya jembatan di RT 16, kawasan belakang SMP Negeri 25 Banjarmasin. Warga juga meminta pelebaran sejumlah gang yang menjadi akses utama permukiman serta pengerukan sungai untuk mengurangi sedimentasi.
Menanggapi hal tersebut, Saut Nathan Samosir mengaku telah beberapa kali mengusulkan pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut kepada pemerintah daerah. Bahkan, sejumlah lokasi telah ditinjau bersama instansi terkait, namun hingga kini belum direalisasikan.
“Perbaikan jembatan, pelebaran gang hingga pengerukan sungai sudah beberapa kali kami usulkan. Harapan masyarakat tentu agar usulan ini segera mendapat tindak lanjut karena sangat berkaitan dengan aktivitas sehari-hari warga,” ucapnya kepada awak media.
Selain infrastruktur, persoalan layanan kesehatan juga menjadi perhatian. Warga mengeluhkan status kepesertaan BPJS Kesehatan maupun Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang kerap berubah menjadi tidak aktif, sehingga menyulitkan saat membutuhkan pelayanan medis.
Menurut Saut, persoalan tersebut akan dibawa dalam pembahasan bersama mitra kerja Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, khususnya Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, agar ditemukan solusi yang lebih jelas.
“Masyarakat membutuhkan kepastian. Jangan sampai saat membutuhkan layanan kesehatan, kartu mereka justru tidak aktif. Ini akan kami koordinasikan dengan instansi terkait,” tuturnya.
Di sektor pendidikan, warga juga menyampaikan masih adanya anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga. Menurut Saut, Dinas Pendidikan telah memberikan solusi awal dengan mengarahkan agar anak-anak tersebut kembali didaftarkan ke sekolah, kemudian diusulkan sebagai penerima Program Indonesia Pintar (PIP).
Tak hanya itu, warga juga meminta penambahan lampu penerangan jalan umum serta pemasangan kaca cembung di sejumlah persimpangan yang dinilai rawan kecelakaan.
Saut memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan perjuangan di DPRD melalui pembahasan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Kami tidak ingin aspirasi masyarakat berhenti pada forum reses saja. Seluruh usulan akan kami kawal agar dapat ditindaklanjuti pemerintah sesuai kewenangannya, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Melalui kegiatan reses tersebut, Saut Nathan Samosir menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah daerah, sekaligus memastikan berbagai kebutuhan dasar warga Banjarmasin Barat mendapat perhatian dalam penyusunan program pembangunan dan penganggaran daerah.
Editor: Tim Redaksi


