lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota memperluas akses masyarakat terhadap pangan bergizi dengan harga terjangkau sebagai langkah konkret mempercepat penurunan angka stunting di Benua Etam.
Menurut Rudy Mas’ud, upaya menekan stunting tidak cukup hanya melalui edukasi kesehatan, tetapi juga harus diikuti jaminan ketersediaan bahan pangan berkualitas yang mudah dibeli masyarakat setiap hari.
Hal itu disampaikannya usai meninjau Gerakan Pasar Ikan Murah dalam rangkaian Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026 di Hotel SM Tower, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, pekan lalu.
Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Berau yang menghadirkan pasar ikan murah sebagai upaya menyediakan sumber protein hewani berkualitas bagi masyarakat.
“Berau bisa jadi pilot project untuk penyediaan protein tinggi yang terjangkau. Terima kasih Bu Bupati sudah menggelar pasar ikan murah. Semoga bisa diikuti kabupaten dan kota lainnya,” kata Rudy Mas’ud.
Gubernur menilai Kalimantan Timur memiliki potensi besar di sektor perikanan yang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Hasil laut maupun perairan darat, menurutnya, perlu lebih banyak dikonsumsi masyarakat, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak.
“Produk perikanan kita bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama ibu hamil, menyusui, dan anak-anak guna mencegah stunting,” ujarnya.
Ia menegaskan, ikan lokal memiliki kandungan protein yang tinggi untuk mendukung pertumbuhan anak sekaligus mencegah gangguan pertumbuhan janin.
“Kaltim ini kaya akan sumber daya alam, termasuk perikanan. Kita ingin memastikan hasil laut dan sungai kita kembali ke meja makan warga. Protein dari ikan lokal kita tidak kalah dari bahan impor, harganya terjangkau, dan kandungan gizinya sangat tinggi untuk mencegah anak-anak kita dari stunting,” tegasnya.
Selain memperbanyak konsumsi ikan, Rudy Mas’ud meminta organisasi perangkat daerah memperkuat edukasi gemar makan ikan melalui posyandu, sekolah, dan kelompok masyarakat, serta mendorong UMKM mengembangkan produk olahan ikan yang lebih diminati anak-anak.
Di sisi lain, Pemprov Kaltim juga terus menggencarkan gerakan pangan murah dan operasi pasar terpadu agar masyarakat memperoleh beras, telur, minyak goreng, sayuran, serta kebutuhan pokok lainnya dengan harga di bawah pasar.
“Dinas-dinas terkait bersinergi memastikan pasokan ikan segar dan pangan murah menjangkau wilayah pedalaman dan pesisir terpencil dengan harga yang murah,” harapnya.
“Kan orang kalau goreng ikan pakai minyak goreng. Minyak gorengnya harus murah. Makannya pakai beras. Sediakan beras murah tapi berkualitas,” pungkas Rudy Mas’ud.
Editor : Tim Redaksi


