lenterakalimantan.com, JAKARTA – Sejumlah pemuda dan masyarakat perantau asal Kalimantan yang tergabung dalam gerakan solidaritas Bumi Borneo menggelar aksi damai di kawasan Car Free Day (CFD) Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.
Aksi tersebut digelar untuk menyuarakan keresahan terhadap berbagai persoalan yang dinilai masih membebani masyarakat di Pulau Kalimantan, mulai dari krisis ekologis, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga persoalan ketersediaan energi dan infrastruktur dasar.
Dalam aksi itu, peserta menyoroti dampak karhutla yang menyebabkan kabut asap. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi membahayakan kesehatan dan keselamatan pengguna jalan akibat menurunnya jarak pandang.
Selain persoalan lingkungan, massa aksi juga menyoroti persoalan distribusi energi. Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite dan Solar disebut menjadi salah satu persoalan yang dirasakan masyarakat.
Persoalan lainnya adalah pemadaman listrik bergilir yang dinilai mengganggu aktivitas masyarakat serta roda perekonomian.
Koordinator aksi sekaligus juru bicara Bumi Borneo, Ahmad Zaki, pemuda asal Martapura, Kalimantan Selatan, mengatakan kondisi tersebut menjadi ironi di tengah posisi Kalimantan sebagai salah satu kawasan penghasil sumber daya energi nasional.
Menurutnya, kekayaan alam yang selama ini dieksploitasi dalam skala besar semestinya turut memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat di daerah penghasil.
“Ini merupakan ironi besar. Kalimantan dikenal sebagai salah satu lumbung energi nasional, tetapi masyarakatnya masih menghadapi persoalan kelangkaan BBM dan pemadaman listrik,” ujar Ahmad Zaki.
Ia menilai persoalan tersebut tidak cukup hanya diselesaikan melalui kebijakan jangka pendek. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah, menurutnya, perlu memperkuat tata kelola sumber daya alam sekaligus memastikan pemanfaatannya memberikan manfaat yang adil bagi masyarakat.
Melalui aksi di Bundaran HI, para pemuda dan masyarakat Kalimantan berharap pemerintah memberikan perhatian lebih serius terhadap persoalan ekologis dan ketimpangan energi yang terjadi di Bumi Borneo.
Mereka juga mendorong adanya langkah konkret untuk menangani persoalan lingkungan, memperkuat ketahanan energi, serta memastikan masyarakat Kalimantan tidak hanya menjadi penonton di tengah melimpahnya sumber daya alam di wilayahnya sendiri.
Editor: Muhammad Tamyiz


