lenterakalimantan.com, KATINGAN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Katingan mendorong seluruh komponen masyarakat memperkuat peran dalam mencegah potensi konflik sosial. Upaya tersebut disampaikan dalam kegiatan Pembinaan Komunikasi Cegah Konflik Sosial yang digelar Kodim 1019/Katingan di Aula Kodim 1019/Katingan, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai elemen masyarakat. Pembinaan ini menjadi sarana memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi antarpihak dalam menjaga keamanan serta kondusivitas wilayah Kabupaten Katingan.
Sekretaris Badan Kesbangpol Kabupaten Katingan, Wanto, hadir sebagai narasumber dengan menyampaikan materi bertajuk “Peran Seluruh Komponen Masyarakat dalam Mencegah Konflik Sosial”.
Dalam pemaparannya, Wanto menegaskan bahwa pencegahan konflik sosial bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan kepedulian serta keterlibatan aktif masyarakat.
“Pencegahan konflik sosial bukan hanya tugas pemerintah atau aparat keamanan. Seluruh komponen masyarakat memiliki peran untuk menjaga komunikasi, tidak mudah terprovokasi, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah dan cara-cara yang damai,” ujar Wanto.
Menurut Wanto, masyarakat juga perlu memiliki kemampuan menyaring informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya. Hal tersebut dinilai penting di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial, karena informasi yang belum terverifikasi dapat dengan cepat berkembang dan memicu kesalahpahaman.
“Kita harus bersama-sama membangun budaya saling menghargai dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat memecah belah. Kalau ada persoalan, mari dikomunikasikan dan diselesaikan bersama sebelum berkembang menjadi konflik,” katanya.
Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci
Kegiatan yang diinisiasi Kodim 1019/Katingan tersebut juga menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan insan pers.
Konflik sosial dapat dipicu berbagai faktor, antara lain kesalahpahaman, penyebaran informasi yang tidak benar, provokasi, maupun persoalan di tengah masyarakat yang tidak segera diselesaikan. Karena itu, komunikasi terbuka dan koordinasi antarpihak diperlukan untuk mendeteksi serta menangani potensi persoalan sejak dini.
Sinergi lintas sektor menjadi penting agar berbagai persoalan di masyarakat dapat diketahui dan ditangani secara cepat. Masing-masing unsur memiliki peran berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, dan keharmonisan masyarakat.
Masyarakat juga diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi turut berperan dalam upaya pencegahan konflik dengan membangun komunikasi yang sehat, menjaga toleransi, serta melaporkan potensi gangguan keamanan melalui saluran yang tepat.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Katingan, Wakapolres Katingan, Dandim 1019/Katingan, Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Katingan, Ketua dan anggota PWI Kabupaten Katingan, Komandan Batamad Kabupaten Katingan beserta anggota, serta Ketua DPD Fordayak Kabupaten Katingan beserta anggota.
Selain materi dari Kesbangpol, peserta mendapatkan pembekalan wawasan kebangsaan yang disampaikan Letkol Inf Fernando Batu Bara, S.Sos., M.Han. selaku Katim Sintelad. Materi bela negara disampaikan Letkol Kav Prima Wahyudi, PAC (J) GDDSS selaku Dandim 1019/Katingan, sedangkan materi penegakan hukum dalam konflik sosial disampaikan Kompol Wahyu Satiyo Budiarjo, S.H., M.H. selaku Wakapolres Katingan.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Katingan bersama TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin memperkuat upaya pencegahan konflik sosial melalui komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi.
Editor : Tim Redaksi


