Lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU — Kolam pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin kembali menghasilkan panen. Sebanyak 51 kilogram ikan lele berhasil dipanen setelah melalui proses pemeliharaan selama sekitar 2,5 bulan, Senin (31/8/2026).
Namun, bagi Warga Binaan, hasil tersebut bukan sekadar ikan yang siap dipasarkan. Budidaya lele menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang diharapkan dapat memberikan keterampilan dan bekal usaha setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan terlibat langsung sejak proses penebaran benih, pemberian pakan, perawatan kolam hingga menjaga kualitas air. Pemberian pakan dilakukan secara rutin tiga kali sehari untuk memastikan pertumbuhan ikan berjalan optimal.
Petugas Lapas Batulicin, Muhammad Subhan Abdi, mengatakan panen lele menjadi salah satu indikator bahwa program pembinaan kemandirian dapat dilaksanakan secara produktif dan terarah.
“Panen lele ini menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian dapat berjalan melalui proses yang terarah dan konsisten. Warga Binaan tidak hanya belajar memelihara ikan, tetapi juga memahami bahwa keberhasilan budidaya membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan tanggung jawab dari awal hingga panen,” ujar Muhammad Subhan Abdi.
Menurutnya, proses budidaya memberikan pengalaman langsung kepada Warga Binaan mengenai pengelolaan usaha, mulai dari pemeliharaan hingga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.
Sebanyak 51 kilogram lele hasil panen selanjutnya dipasarkan. Hasil penjualan dimanfaatkan untuk menunjang keberlanjutan budidaya, termasuk pembelian pakan dan kebutuhan operasional peralatan perikanan.
Bagi Warga Binaan berinisial M, keterlibatan dalam budidaya lele memberikan pengalaman baru yang dinilai dapat menjadi bekal ketika nantinya kembali ke masyarakat.
“Selama ikut mengelola lele, saya mendapatkan banyak pengalaman tentang cara merawat dan menjaga ikan sampai bisa dipanen. Kalau nanti sudah bebas, saya punya niat untuk mengembangkan bidang perikanan ini menjadi usaha karena ilmu yang saya dapat di sini bisa menjadi bekal,” ungkap M.
Sementara itu, Kepala Lapas Batulicin, Thoha Yahya Umar Sidiq, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan program pembinaan kemandirian yang memberikan pengalaman kerja secara langsung kepada Warga Binaan.
“Kami mendukung setiap langkah pembinaan kemandirian yang memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk belajar, bekerja, dan menghasilkan. Kami berharap tanggung jawab yang dibangun melalui kegiatan seperti budidaya lele dapat menjadi bekal positif sekaligus memberikan energi yang baik bagi keberlangsungan program pembinaan di Lapas Batulicin,” tegas Thoha Yahya Umar Sidiq.
Panen tersebut sekaligus menunjukkan bahwa program pembinaan di Lapas Batulicin diarahkan tidak hanya untuk mengisi aktivitas Warga Binaan selama menjalani masa pidana, tetapi juga membangun keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai modal kemandirian setelah bebas.
Melalui budidaya ikan lele yang dilakukan secara berkelanjutan, Lapas Batulicin berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan memberikan pengalaman produktif serta keterampilan yang bernilai ekonomi bagi Warga Binaan.
Penulis: Arif LK
Editor: Muhammad Tamyiz


