lenterakalimantan.com, TANJUNG – Penggunaan gawai yang semakin lekat dengan aktivitas sehari-hari menjadi perhatian dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kabupaten Tabalong. Melalui kegiatan Hari Keluarga Tanpa Gawai (Haktawa), keluarga diajak menyediakan waktu untuk berinteraksi langsung bersama anak.
Kegiatan yang digelar di Ballroom Aston Tanjung Hotel tersebut secara khusus melibatkan keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Anak dan orang tua mengikuti sejumlah aktivitas bersama dalam suasana yang menyenangkan dan inklusif.
Haktawa merupakan bagian dari peringatan HAN 2026 yang digelar Perkumpulan Putra/Putri Saraba Kawa (Perkumpulan Pusaka) bekerja sama dengan Funtime dan didukung Aston Tanjung Hotel.
Direktur Eksekutif Perkumpulan Pusaka, Firman Yusi, mengatakan kegiatan tersebut tidak dimaksudkan sekadar mengurangi penggunaan gawai, tetapi mendorong keluarga untuk kembali membangun komunikasi secara langsung.
“Haktawa bukan sekadar mengajak keluarga berhenti menggunakan gawai, tetapi memberikan ruang untuk hadir sepenuhnya bersama keluarga, terutama bersama anak,” kata Firman yang juga Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dari Fraksi PKS, Minggu (26/7/2026).
Menurut Firman, momentum HAN dapat dimanfaatkan untuk memperkuat perhatian terhadap pemenuhan hak anak, termasuk anak berkebutuhan khusus. Anak, kata dia, memiliki hak untuk tumbuh, belajar, bermain, dan memperoleh kasih sayang dalam lingkungan keluarga.
Karena itu, Haktawa dirancang sebagai kegiatan yang memungkinkan anak dan orang tua menghabiskan waktu bersama melalui aktivitas bermain, belajar, serta berkreasi.
Salah satu kegiatan yang dilakukan yakni membuat sajian buah hias. Aktivitas tersebut dipandu chef Aston Tanjung Hotel dan melibatkan anak bersama orang tua untuk mengolah serta menyajikan buah dalam bentuk yang menarik.
Firman berharap Haktawa tidak berhenti sebagai kegiatan dalam rangkaian HAN, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan yang mendorong keluarga menyediakan waktu berkualitas bersama anak.
“Melalui kegiatan sederhana seperti bermain, belajar, dan berkreasi bersama, keluarga diharapkan dapat membangun komunikasi yang lebih kuat sekaligus menciptakan pengalaman positif bagi tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Tabalong HM Noor Rifani mengapresiasi pelaksanaan Haktawa yang dinilai memberikan kesempatan bagi keluarga untuk menikmati waktu bersama tanpa ketergantungan pada gawai.
Menurutnya, aktivitas bersama keluarga dapat memberikan pengalaman positif bagi anak sekaligus memperkuat hubungan antara orang tua dan anak.
“Anak-anak dapat menemukan kegembiraan melalui kegiatan bermain dan belajar bersama keluarga,” kata Noor Rifani.
Ia menambahkan, perhatian terhadap tumbuh kembang serta pemenuhan hak anak perlu terus menjadi tanggung jawab bersama, terlebih dalam momentum peringatan Hari Anak Nasional.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati HM Noor Rifani hadir bersama istrinya, Hj Desi Suryanti Noor Rifani, yang juga Bunda PAUD Kabupaten Tabalong.


