lenterakalimantan.com, KALIMANTAN TIMUR — Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur menyiagakan 188 puskesmas dan puluhan rumah sakit untuk menangani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kesiapsiagaan layanan kesehatan tersebut dilakukan di tengah memburuknya kualitas udara akibat asap karhutla yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin mengatakan, anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit kronis seperti asma dan gangguan jantung perlu mendapat perhatian lebih selama kondisi udara memburuk.
“Polusi dan kabut asap akibat kebakaran hutan semakin meningkat sehingga sangat berbahaya bagi keselamatan kelompok rentan,” kata Jaya baru-baru ini, dikutip dari Antaranews.com.
Menurut Jaya, masyarakat tidak hanya perlu mengurangi paparan asap, tetapi juga mengenali gejala gangguan kesehatan yang dapat muncul akibat kualitas udara yang buruk.
Jika mengalami sesak napas, nyeri dada, batuk parah, atau bibir tampak kebiruan, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
Selain menyiagakan fasilitas kesehatan, Dinkes Kaltim mengingatkan masyarakat melakukan sejumlah langkah pencegahan, terutama keluarga yang memiliki anggota kelompok rentan.
Saat asap pekat, masyarakat dianjurkan tetap berada di dalam rumah dengan menutup rapat pintu, jendela, dan ventilasi. Aktivitas di luar ruangan juga perlu dibatasi selama kualitas udara memburuk.
Apabila harus keluar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker penyaring partikel seperti N95 atau KN95 untuk mengurangi paparan partikel berbahaya dari udara.
Kualitas udara di dalam rumah juga perlu diperhatikan. Masyarakat yang memiliki alat penjernih udara dengan filter HEPA dapat mengoptimalkannya ketika konsentrasi asap di luar rumah meningkat.
Bagi masyarakat dengan penyakit kronis, Dinkes mengingatkan agar persediaan obat rutin tetap tersedia sesuai resep dokter dan dibawa ketika harus bepergian.
“Bagi penderita penyakit kronis, langkah keempat menekankan pentingnya menyiapkan persediaan obat rutin sesuai resep dokter yang wajib dibawa saat bepergian,” tutur Jaya.
Masyarakat juga diminta menjaga kebersihan diri dan memenuhi kebutuhan cairan dengan mengonsumsi air minum yang bersih dan matang. Setelah beraktivitas di luar ruangan, tangan dan wajah dianjurkan segera dicuci untuk membersihkan sisa polutan yang menempel.
“Kami meminta keluarga yang memiliki anggota kelompok rentan untuk sangat waspada dan membatasi kegiatan di luar ruang selagi udara buruk,” kata Jaya.
Dinkes Kaltim menyatakan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara akan terus dilakukan. Dukungan logistik kesehatan juga disiapkan untuk membantu masyarakat menghadapi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap, termasuk ancaman infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Sinergi bersama seluruh lapisan masyarakat dalam menjalankan langkah pencegahan ini sangat menentukan keselamatan kesehatan keluarga kita,” tegas Jaya.


