lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Memasuki musim kemarau, masyarakat diminta tidak lengah terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ketua Fraksi PKB DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) yang juga Wakil Ketua Komisi II, Suripno Sumas, mengajak warga turut menjaga lingkungan dan mengantisipasi dampak yang ditimbulkan karhutla.
Pesan tersebut disampaikan Suripno saat menggelar kegiatan sosialisasi revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai ideologi Pancasila bersama warga Kecamatan Banjarmasin Tengah, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, kewaspadaan masyarakat diperlukan mengingat karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan asap yang mengganggu aktivitas warga.
“Kita harus waspada terhadap karhutla,” ujar Suripno Sumas.
Ia meminta masyarakat memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas maupun perjalanan, terutama ketika kualitas udara mulai terdampak asap. Warga yang berada di kawasan dengan kepulan asap pekat disarankan menghindari wilayah tersebut demi keselamatan.
Dalam kesempatan yang sama, Suripno juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Perkembangan platform digital, termasuk TikTok, membuat informasi dapat tersebar dengan cepat sehingga masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi sebelum ikut membagikannya.
“Jangan langsung sebarkan informasi sebelum menyaringnya,” katanya.
Suripno menilai kebiasaan memeriksa informasi terlebih dahulu penting untuk mencegah munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat. Informasi yang belum jelas kebenarannya, apabila langsung disebarluaskan, berpotensi menimbulkan persoalan baru.
Karena itu, ia mengajak masyarakat menerapkan prinsip kehati-hatian dalam bermedia sosial.
“Saring informasi sebelum dibagikan,” tegasnya.
Suripno berharap nilai-nilai Pancasila tidak hanya dipahami melalui kegiatan sosialisasi, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian terhadap lingkungan dan sikap bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial, menurutnya, merupakan bagian dari penerapan nilai tersebut di tengah masyarakat.
Editor : Tim Redaksi


