lenterakalimantan.com, BANJARMASIN — Operasi pencarian korban kecelakaan kapal Virgo Transport 8 masih menyisakan pekerjaan besar. Hingga Senin (12/10/2026), sebanyak 53 orang masih dinyatakan hilang, sementara lima dari 82 jenazah yang telah dievakuasi belum berhasil diidentifikasi.
Di tengah upaya pencarian tersebut, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah memastikan identitas 77 jenazah. Sementara itu, santunan senilai Rp5,134 miliar telah disalurkan kepada ahli waris 77 korban meninggal dunia yang teridentifikasi.
Perkembangan penanganan kecelakaan itu disampaikan dalam konferensi pers di Mapolda Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (12/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M., Kabiddokkes Polda Kalsel sekaligus DVI Commander dr. Muhammad Sofwan, Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Kalimantan Selatan Ahmad Arkan Nugraha, serta perwakilan manajemen atau pemilik kapal.
Berdasarkan data Basarnas yang disampaikan dalam konferensi pers, jumlah penumpang dan korban tercatat sebanyak 243 orang. Dari jumlah tersebut, 108 orang selamat, 82 orang meninggal dunia, dan 53 orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
“Dari total 243 orang, sebanyak 108 orang dinyatakan selamat, 82 orang meninggal dunia, dan 53 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim di lapangan,” ujar Kombes Pol. Nur Khamid.
Ia mengatakan, pemantauan dan pembaruan data terus dilakukan oleh seluruh unsur yang terlibat, mulai dari tim SAR, petugas pengamanan, tim DVI hingga personel di lapangan.
Lima Jenazah Masih Menunggu Kepastian Identitas
Di RS Bhayangkara Banjarmasin, proses identifikasi terhadap lima jenazah masih berlangsung. Sebelumnya, tim DVI berhasil mengidentifikasi lima jenazah tambahan sehingga jumlah korban meninggal dunia yang telah diketahui identitasnya mencapai 77 orang.
Kabiddokkes Polda Kalsel sekaligus DVI Commander, dr. Muhammad Sofwan, menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data primer dan sekunder. Metode tersebut meliputi pemeriksaan DNA, ciri medis, serta properti milik korban.
Lima jenazah yang berhasil diidentifikasi dalam perkembangan terbaru tersebut adalah Warmin, 41 tahun, asal Nganjuk, Jawa Timur; Sukardi, 50 tahun, asal Tulungagung, Jawa Timur; Ponco Budi Raharjo, 46 tahun, asal Banyuwangi, Jawa Timur; Agus Ribut Setiobudi, 48 tahun, asal Malang, Jawa Timur; serta M. Abdul Rosid, 28 tahun, asal Jember, Jawa Timur.
“Dari total 82 jenazah yang diterima RS Bhayangkara Banjarmasin, sebanyak 77 jenazah telah teridentifikasi dan lima jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi,” jelas dr. Sofwan.
Jenazah yang telah teridentifikasi dipulangkan secara bertahap ke rumah duka masing-masing melalui koordinasi dengan keluarga dan pihak terkait.
Santunan Rp5,13 Miliar Sudah Disalurkan
Selain pencarian dan identifikasi, pemenuhan hak keluarga korban juga menjadi bagian dari penanganan pascakecelakaan.
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Kalimantan Selatan, Ahmad Arkan Nugraha, menyampaikan bahwa santunan bagi ahli waris 77 korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi sudah disalurkan.
Total santunan mencapai Rp5.134.000.000. Dari jumlah tersebut, PT Jasa Raharja menyalurkan Rp3.666.000.000, sedangkan PT Jasa Raharja Putera menyalurkan Rp1.468.000.000.
Penerima santunan tersebar di sejumlah daerah. Jawa Timur menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 38 orang, disusul Jawa Tengah sebanyak 19 orang.
Selanjutnya, Kalimantan Selatan tercatat tujuh orang dan Jawa Barat enam orang. Lampung dan Sumatra Selatan masing-masing dua orang, sedangkan Banten, Nusa Tenggara Barat, dan Sumatra Utara masing-masing satu orang.
Ahmad Arkan Nugraha menegaskan, pihaknya bersama Jasa Raharja Putera berkomitmen memberikan pendampingan kepada keluarga korban selama proses penanganan berlangsung.
Penyaluran santunan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan kepada ahli waris. Namun, proses penanganan korban secara keseluruhan masih berlanjut, terutama pencarian terhadap 53 orang yang belum ditemukan.
Pemilik Kapal Tanggung Biaya Pemulangan Jenazah
Dalam konferensi pers yang sama, perwakilan manajemen atau pemilik kapal Virgo Transport 8 menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa kepada keluarga korban.
Pihak pemilik kapal juga menyatakan komitmen untuk menanggung biaya pemulangan jenazah, mulai dari penanganan melalui kargo hingga tiba di rumah duka masing-masing.
Pemulangan dilakukan secara bertahap dengan berkoordinasi bersama pihak terkait agar prosesnya berjalan tertib dan kebutuhan keluarga korban dapat ditangani.
Pemetaan Bangkai Kapal Masih Berlangsung
Sementara itu, penanganan bangkai kapal Virgo Transport 8 di laut masih memasuki tahap pemetaan area atau mapping. Tahap tersebut dilakukan sebelum pekerjaan pemulihan atau pengangkatan minyak (oil recovery).
Dua penyelam telah dikerahkan untuk mendukung pemetaan. Namun, waktu penyelesaian belum dapat dipastikan karena pelaksanaannya bergantung pada kondisi cuaca dan situasi di lapangan.
Dengan masih adanya 53 orang dalam pencarian dan lima jenazah yang belum teridentifikasi, operasi penanganan kecelakaan Virgo Transport 8 masih terus berlangsung. Di saat yang sama, proses pemulangan jenazah, pendampingan keluarga, dan penanganan bangkai kapal tetap dilanjutkan sesuai perkembangan di lapangan.


