lenterakalimantan.com, TANJUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemanfaatan bantuan Presiden Republik Indonesia senilai Rp10 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk mendukung sarana pemadaman, operasional petugas, hingga penanganan dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tabalong, Husin Ansari, mengatakan pemanfaatan bantuan tersebut perlu dioptimalkan agar seluruh sarana dan dukungan anggaran dapat menunjang penanggulangan bencana secara berkelanjutan.
“Tugas kita adalah memastikan seluruh potensi sarana dan anggaran ini benar-benar bisa bekerja optimal untuk penanganan Karhutla, tidak hanya untuk saat ini saja tetapi juga menjadi fondasi kesiapsiagaan yang dapat dimanfaatkan selamanya,” ujar Husin, Rabu (28/10/2026).
Ia menjelaskan, bantuan senilai Rp10 miliar itu direalisasikan dalam bentuk penguatan armada dan sarana pemadaman. Dukungan tersebut meliputi tujuh unit mobil tangki air untuk menjaga ketersediaan pasokan air, 90 unit mesin pemadam jinjing dan gendong yang dilengkapi alat pelindung diri (APD), serta 90 unit mesin pemadam portabel atau Alkon.
Baca juga: Sekda Tabalong Ajak Pemuda Jaga Semangat Sumpah Pemuda
Berbagai peralatan tersebut disiapkan untuk mendukung upaya pemadaman, termasuk menjangkau lokasi rawan karhutla yang membutuhkan penanganan di lapangan.
Selain sarana pemadaman, bantuan juga diarahkan untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan warga. Pemkab Tabalong menyiapkan 5.000 kotak masker serta fasilitas ruang oksigen di 18 pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dan satu Public Safety Center (PSC).
“Bantuan ini mencakup pembagian 5.000 kotak masker serta penyiapan fasilitas ruang oksigen di 18 Puskesmas dan 1 Public Safety Center (PSC) untuk penanganan medis warga yang terdampak kabut asap,” ungkap Husin.
Dukungan operasional petugas juga menjadi bagian dari alokasi bantuan tersebut. Pemkab Tabalong mengalokasikan 17.000 liter bahan bakar minyak (BBM) untuk menunjang kelancaran kegiatan penanganan karhutla di lapangan.
Melalui dukungan armada, peralatan pemadaman, fasilitas kesehatan, dan bahan bakar operasional tersebut, Pemkab Tabalong berharap upaya penanggulangan karhutla dapat berjalan lebih optimal. Ketersediaan sarana itu juga diharapkan memperkuat koordinasi antara petugas dan relawan dalam menghadapi ancaman kebakaran di wilayah Tabalong.
Editor: Rizki


