lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Support peternak Larva atau Maggot Lalat Hitam Black Soldier Fly (BSF), PT Arutmin Indonesia Tambang Asam-asam Kecamatan Jorong Tanah Laut, secara langsung telah membantu perekonomian masyarakat dan turut andil mengurangi sampah rumah tangga yang kotor akibat tumpukan sampah.
Tak cuma membantu menyediakan rumah maggot tetapi hasil ternak maggot dibeli oleh Arutmin untuk dijadikan pakan ternak ikan yang dikelola Arutmin Asam-asam.
Pengelola budidaya Maggot Jumriansyah mengatakan, ia membudidayakan ternak lalat hitam atau maggot dilakukan sejak tahun 2020, Alhamdulilah sudah mulai berkembang dan bisa memenuhi kebutuhan maggot 15-20 kilogram per hari dengan harga Rp 800.000. Untuk kolam ikan yang dikelola Arutmin.
“Memang permintaan pihak Arutmin 30 kilogram/hari namun belum bisa terpenuhi
Sebab kita Kendala di fasilitas dimana tempat penampungan masih belum memadai,” Katanya, (21/03).
Yang ada saat ini jumlah penampungan 17 Buah. Kalau misalkan hanya 17 buah hasil panen tidak sampai 30-40 kilo per harinya.
“Jadi kira-kira masih memerlukan 40 tempat Sebab yang ada daya tampungnya tidak mampu lagu,” Lanjutnya.
Menurutnya Jika tujuan meningkatkan produksi maggot maka harus dipenuhi pertama, ketersediaan pakan dan tempat. Memang untuk pakan sendiri tidak ada kendala cuma personel yang tidak cukup untuk mengambil limbah.
Dimana pakan maggot itu terdiri dari limbah rumah tangga, limbah pasar dan limbah rumah makan.
Budidaya maggot sebenarnya sangat baik dan kaya manfaat. Pertama dapat limbah masyarakat bisa jadi pakan maggot, maggot jadi pakan perikanan, peternakan ayam serta jadi kompos/kas got.
“Pengelolaannya sederhana tetapi harus telaten dalam perawatan. Sebab maggot juga harus jauh dari predator cicak, tikus dan ayam. Jika tidak akan habis dimakan predator tersebut,” Ujarnya.
Maggot BSF (Black Soldier Fly) adalah larva dari jenis lalat besar berwarna hitam yang terlihat seperti tawon.
Maggot BSF adalah bentuk dari siklus pertama (larva) Black Soldier Fly yang nantinya bermetamorfosa menjadi lalat dewasa.
Fase metamorfosis maggot BSF dimulai dari telur, larva, pre pupa, pupa, dan lalat dewasa, semuanya memakan waktu 40 sampai 45 hari saja
Tidak seperti lalat yang biasa kita temui, jenis bernama latin Hermetia Illucens ini memiliki banyak keuntungan dan manfaat bagi manusia.
Budidaya maggot juga cukup sederhana bisa dilakukan di belakang rumah yang terpenting tempat tersedia dan harus ada khusus.
Jumri menambahkan proses pakan kompos sendiri lebih lama dari pakan maggot. Kalau Kompos 1 sampai dua bulan lebih baru panen. Sementara untuk maggot hanya membutuhkan 20 hari sudah selesai jadi kompos.
Jumriamsyah bilang PT Arutmin Asamasam berencana menyediakan 10 kolam ikan untuk dikelola. Apabila budidaya maggot ini sudah berlebihan produksinya.
“Sehingga jumlah maggot berlebih kita bisa dipakai untuk kolam ternak sendiri,” Tuturnya.
Keunggulan dari maggot sendiri jika digunakan pakan sangat baik dari hasil dan kualitas. Yang kami coba ber eksperimen langsung unggas bisa meningkatkan kualitas pertumbuhan dan kesehatan unggas.
“Seperti ayam petelur kita beri pakan maggot 50-70 persen. Hasilnya lebih bagus produktivitas dan telur ayam lebih bagus dan banyak. Bahkan ada ayam umur 3 tahun masih aktif bertelur hingga sekarang,” Ujarnya.
Ia pun berharap budidaya maggot ini lebih banyak dan bisa difasilitasi oleh pemerintah Provinsi Kalsel dan Kabupaten, sebab dengan budidaya maggot ini selain ada keuntungan juga dapat mengurangi pencemaran udara di masyarakat.
Sebab pakan maggot ini diambil dari sisa makanan, baik sampah sisa dari pasar, rumah tangga dan rumah makan.


