lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Proses Evakuasi korban di reruntuhan bangunan Ritel modern Terbesar (Alfamart) Kilometer 14 Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar masih terus berlangsung hingga subuh pukul 05.00 Wita.
Titik lokasi reruntuhan bangunan masih dipenuhi ratusan petugas TNI-Polri dan relawan yang berusaha melakukan pengangkatan puing bangunan untuk mencari korban yang masih terjebak.
Dari Tagana Kalsel, total korban reruntuhan bangunan berjumlah 14 orang. Sembilan diantaranya sudah ditemukan selamat. 3 meninggal dunia. 2 masih dicari.
Alat berat jenis crane dan excavator masih terus melakukan penggalian di lokasi ambruknya gedung bertingkat 3 tersebut.
Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Provinsi Kalsel Ahmadi, menuturkan, sampai saat ini pihaknya sudah berhasil mengevakuasi 9 korban luka-luka dan menemukan 2 korban meninggal dunia.
“Datanya ada 14 yang kami terima,” Ungkapnya, disela proses evakuasi, Selasa dini hari (19/4/22).
“Satu korban tadi yang sudah diidentifikasi yakni Ahmad Nayada yang diidentifikasi di RS Ulin dan 1 dalam perjalanan ke Ulin kita belum dapat data,” Lanjutnya.
Saat ini pun petugas gabungan terdiri dari TAGANA, SAR dan BPBD serta jajaran TNI Polri telah menemukan kembali 1 korban yang tertimbun
‘Ada lagi 1 yang ditemukan di bawah reruntuhan dicoba dievakuasi,” Ujarnya.
Pencarian korban terus berlangsung. Pihaknya pun tak menarget waktu untuk proses evakuasi para korban yang tertimpa reruntuhan itu.
“Pokoknya sampai jam berapa pun siap. Makanya kami juga sediakan dapur umum disini untuk para relawan dan keluarga korban yang masih menunggu kepastian keluarganya,” Tandasnya.
Sementara penyebab ambruknya bangunan Alfamart yang berdekatan dengan POM bensin Gambut tersebut belum diketahui secara pasti.
Salah satu anggota BPBD Kabupaten Banjar, Slamet Riyadi mengatakan proses evakuasi terkendala sejumlah faktor.
Antara lain, kondisi reruntuhan yang ambruk terkumpul di bagian tengah. Kondisi beton tebal yang cukup sulit untuk diurai. Serta posisi para korban yang tidak diketahui titik keberadaannya.
“Selain itu antusiasme warga yang menonton juga cukup mempersulit petugas untuk melakukan upaya evakuasi,” Katanya.


