lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Kapolsek Jorong Iptu Andik Ariyanto SH, saat di konfirmasi media ini membantah terkait isu dugaan penculikan beberapa pekerja karet di PT Daya Gawi Sabumi (DGS) Asam-asam, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut.
“Tidak ada penculikan, semua pekerja yang di isukan sebelumnya ada penculikan mereka aman saja bahkan sudah bekerja lagi di kebun sawit,” Tegas Kapolsek, Kamis (7/4/2022).
Andik Ariyanto menegaskan, tidak ada satu pun dari mereka yang melaporkan kepihak kami, justru yang datang ke kami adalah Paiman sendiri yang sebelumnya dikabarkan melakukan pengosongan paksa mess karyawan PT DGS dan diduga melakukan penculikan puluhan karyawan.
Mereka datang ke Polsek untuk mengklarifikasi soal tuduhan pihak petinggi PT DGS.
“Berdasarkan pertemuan dengan Paiman dan Angga salah seorang karyawan PT DGS, bahwa Paiman sama sekali tidak melakukan penculikan,” Tambahnya.
Kapolsek menyebutkan, malah pihak Paiman merasa miris dan iba melihat pekerja PT DGS sudah tidak bekerja dan tidak mempunyai uang untuk pulang kampung.
“Apa yang dilakukan Paiman sesuai koridor, apalagi lahannya masih bersengketa di Polda Kalsel,” Sebutnya.
Menurut Kapolsek, Paiman merupakan awal kepemilikan lahan dan bertindak masih dalam koridor hukum dan yang berdasar laporan di Polda Kalsel.
“Bahkan 17 karyawan tersebut ditampung Paiman, dan telah dibekerjakan di perusahaan kebun sawit, sebagian di PT SSA dan kebun sawit milik warga,” Tambah Kapolsek.
Kapolsek menjelaskan, sedangkan terkait soal adanya oknum berseragam Brimob di lokasi pengosongan mess, bahwa petugas tersebut sedang melakukan patroli.
Diketahui, ramai beredar informasi telah terjadi dugaan penculikan karyawan PT DGS, Minggu (3/4/2022) siang.
Dari informasi, suasana di depan akses masuk ke perkebunan PT Daya Gawi Sabumi (DGS) tampak tegang.
Beberapa buah truk dan beberapa mobil double cabin terlihat memadati area gerbang perkebunan di Dusun II Desa Asam-Asam RT 19 Jorong Kabupaten Tanah Laut tersebut.
Diperoleh informasi dari pihak perusahaan, dua puluh lebih pekerja kebun karet tersebut diduga diculik dan diangkut paksa beberapa orang ke atas truk dengan maksud untuk mengosongkan lahan yang mereka sebut bersengketa.
Saat terjadi pengosongan lahan, satu orang oknum berseragam dinas Brimob terlihat ada di lokasi.


