lenterakalimantan.com, BARABAI – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Hulu Sungai Tengah menyatakan telah menerima informasi terkait kuota haji untuk HST.
Namun, kuota itu masih bersifat estimasi, yaitu hanya untuk 91 orang calon haji dengan cadangan 20 orang.
Estimasi tersebut jauh dari harapan mengingat untuk daftar yang tertunda berangkat selama 2 tahun ada 230 orang.
Kepala Seksi Urusan Haji dan Umrah Kemenag HST H Abdul Hadi mengatakan, kuota Kalsel tahun 2022 sendiri jauh berkurang, yaitu hanya 1,732 orang dengan cadangan 349 orang.
Kuota normal rata-rata Kalsel 3.831 orang.
“Jadi untuk kuota di kabupaten/kota masih bersifat estimasi. Fix-nya nanti mungkin setelah ada pergeseran karena terkendala persyaratan, atau ada yang mengundurkan diri karena pendamping orangtua atau salah satu pasangan berusia di atas 65 tahun,” kata Abdul Hadi, (23/4)
Disebutkan, untuk cadangan, penggunaannya pun tetap berdasarkan nomor urut daftar tunggu calon haji.
Jika merujuk daftar tunggu, bisa saja cadangan tersebut dari kabupaten/kota lain di Kalsel.
Disebutkan, untuk di HST, dari 230 calon haji yang masuk batal berangkat di 2020-2021 karena pandemi covid-19, ada 29 orang yang usianya di atas 65 tahun.
“Jadi kemungkinan akan ada yang menunda keberangkatan karena tak bisa berangkat bersama suami atau istri yang usianya tak memenuh syarat pemberangkatan sesuai aturan pemerintah Saudi,” Kata Hadi.
Termasuk mungkin ada yang tadinya mau mendampingi orangtua atau nenek/kakeknya ikut menunda pemberangkatan karena faktor persyaratanan yang hendak didampingi tadi.
Diakui berdasarkan estimasi dan cadangan kuota tadi, tahun ini paling kecil untuk Kabupaten HST dibanding tahun-tahun sebelumnya.


