lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Petani sayur di Desa Bumi Asih, Kecamatan Panyipatan, Tanah Laut mengeluhkan sulitnya mendapatkan air untuk keperluan bertani sayur. Hal itu lantaran Bendungan atau embung yang menjadi sumber air bagi petani tak juga diperbaiki.
Hadi Subibit (44) salah satu warga desa setempat mengatakan, air dari embung ini biasanya digunakan petani sayur.
Diperkirakan ada puluhan hektar lahan petani sayur di Desa Bumi Asih mengambil sumber air dari embung.
Namun saat ini, lahan petani sayur milik warga Desa Bumi Asih mengalami kekeringan. Pasalnya Bendungan embung di wilayah tersebut kering lantaran jebol.
“Bendungan ini jebol sudah lama, saat bencana banjir dan jembatan putus di Kelurahan Pabahanan Tanah Laut, makanya warga tidak berani bertani saat musim kemarau,”katanya.
Menurut dia petani sayur mengandalkan pengairan dari sumber air dari embung ini, biasanya petani akan menyedot air dari embung disalurkan ke lahan pertanian.
Ia bilang, embung tersebut selain digunakan pengairan petani sayur juga dimanfaatkan untuk ternak ikan. Setelah kejadian embung itu jebol ikan milik warga hanyut terbawa air.
“Kalau ditaksir kerugian ternak ikan milik warga bisa mencapai puluhan juta,”ucapnya.
Upaya sudah dilakukan bersama warga melaporkan kejadian jebolnya bendungan itu ke pihak terkait, sampai sejauh ini belum ada realisasi.
Hadi Subibit berharap ada perbaikan Bendungan yang jebol tersebut, karena embung itu satu-satunya di Desa Bumi Asih di wilayah RT 4 dibangun oleh Pemerintah sudah puluhan tahun lamanya.
Sementara itu Salah Satu Anggota DPRD dari Dapil Panyipatan yakni Sarjana mengatakan, pihaknya tidak tinggal diam adanya keluhan warga terkait jebolnya bendungan embung itu.
Bahkan kata dia dirinya sudah lama melaporkan ke pihak Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (DPUPRP) Tala.
“Dari PU Tala Sudah ada yang datang ke lokasi embung. Tapi tidak tau sampai saat ini belum ada juga realisasi,”kata Sarjana.


