lenterakalimantan.com, BARITO KUALA – Tak hanya sebagai wadah untuk saling berkumpul dan berembuk semua masalah yang ada di setiap desa. Namun hal berbeda dilakukan oleh kepengurusan Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Barito Kuala periode 2021 – 2027.
Ya dibawah kepemimpinan sosok Sayuti berserta pengurusnya yang baru telah sepakat membuat program santunan bagi kepala desa yang mendapatkan musibah. Diantaranya santunan ini bakal diberikan kepada Kepala Desa yang mengalami musibah kecelakaan, sakit kronis, kebakaran dan bahkan meninggal dunia.
Adanya santunan ini diutarakan langsung oleh Ketua Asosiasi Kepala Desa Sayuti saat berbincang hangat bersama awak media. Ia menjelaskan inisiatif yang ia ambil bersama kesepakatan anggotanya itu tak lain sebagai kepedulian antar sesama kepala desa yang selama ini sudah terjalin dengan baik.
“Kita asosiasi kepala desa se-Batola mencoba untuk lebih kompak, harmonis dan lebih solid. Sehingga kita berupaya ada kegiatan – kegiatan tiap bulan agar ada sejenis arisan,” terang Sayuti, Kamis (8/9/2022).
Sebelum menjelaskan prihal santunan bagi Kepala Desa, Sayuti terlebih dahulu menjelaskan adanya program arisan Rp.1.000.000 di setiap kecamatan yang dilaksanakan setiap bulan.
“Untuk Rp.1.000.000 di kecamatan diatur di dalam kecamatan masing – masing, bisa pengurus asosiasinya saja. Misal ketua Rp. 400.000r, sekretariat Rp.300.000 dan bendahara Rp.300.000 jadi Rp.1.000.000 atau bisa juga melibatkan semua kades. Misal di kecamatan itu ada 10 desa maka tiap desa, maka tiap desa pas Rp.100.000 dan apabila nanti kena arisannya menjadi Rp.17.000.000 sesuai persen setoran,” paparnya.
Ia pun menegaskan, bagi kecamatan mendapat giliran arisan maka diharuskan menghadirkan semua kades di kecamatan tersebut guna bersilaturahmi dengan para kades lainnya. Adapun yang menghadiri acara arisan itu adalah ketua, sekretaris dan bendahara dari asosiasi kades di kecamatan.
Pambakal tiga periode ini melanjutkan, soal adanya kesepakatan iuran Rp.10.000 perbulan di setiap desa, dirinya pun menjelaskan akan manfaat dan kegunaannya.
“Apabila ada kawanan atau dinsanak yang terkena musibah maka ada iuran Rp.10.000tadi. Jadi kita se-Batola ini ada kepala desa berjumlah 195 desa ada semacam tali yang mengikat supaya silaturahmi ini tetap terjaga dan terasa antar sesama. Itu kalau di total Rp.10.000 per desa dari 195 desa, maka perbulan ada kas sebesar Rp.1.950.000 perbulannya di bendahara,” lanjutnya.
Berdasarkan hasil keputusan bersama Sayuti merincikan besaran santunan yang diberikan, diantaranya musibah kebakaran atau sakit kronis Rp.2.500.000, kecelakaan lalu lintas Rp.2.500.000 dan meninggal dunia Rp.5.000.000.
“Seandainya ada terjadi musibah di kepala desa maka itulah santunan yang dipersiapkan bagi kepala desa yang terkena musibah dan itu memang kesepakatan kami,” bebernya.
Dikarenakan sebelumnya belum ada kesepakatan soal santunan bagi kepala desa, menurut Sayuti yang dikenal sosok peduli sesama itu muncul karena adanya keprihatinan soal musibah yang menerpa kepala desa selama ini.
“Sebelumnya itu belum ada, kalau pun ada hanya bersifat pribadi. Jadi asosiasi kita adakan itu supaya antar kepala desa saling terhubung dan turut merasakan,” tuturnya.
Dirinya juga menambahkan, melalui kerjasama dan kekompakan yang ada antar sesama kepala desa diharapkan tidak menimbulkan masalah dan terlebih tidak ada lagi kepala desa yang tersangkut permasalahan hukum.


