lenterakalimantan.com, KUALA KAPUAS – Satu buah sekolah Madrasyah Ibtidaiyah di Desa Anjir Serapat Timur Kabupaten Kapuas, Rabu malam (8/9/2022) hangus terbakar sijago merah.
Terbakarnya sekolah ini terjadi pada malam hari pada pukul 10:30 WIB. Menurut pihak setempat kasus terbakarnya sekolah ini tak hanya sekali terjadi, namun dugaan percobaan pembakaran dari orang tak dikenal sudah dua kali terjadi.
Dan naas kali ketiga ini berhasil menghanguskan lima buah ruangan yang terdiri satu ruang kantor guru dan empat ruang kelas siswa.
“Kasian Pak anak – anak tadi turun sekolah menangis meratapi ruang kelasnya hangus terbakar, karena banyaknya bangku tempat belajar mereka hangus terbakar,” tutur Hendra Yusda Sejati mewakili sang istri selaku Kepala Sekolah Madrasyah Ibtidaiyah Mis Al – Azhar.
Dugaan adanya percobaan pembakaran ini diperkuat adanya bukti – bukti bekas nyalanya api sebelumnya, baik nampak terlihat bekas nyala api di depan kelas maupun hangusnya dinding kayu pada samping kelas.
“Kalau kejadian pertama sesudah idul adha kemarin ada bak sampah terbakar di depan kelas, namun karena sampah tersebut ada tanah dan tertutupi tanah akhirnya api mati sendiri. Kemudian lima hari berikutnya kembali terbakar pada dinding gudang sekolah, namun kejadian ini berhasil dipadamkan oleh pemadam kebakaran,” ungkap Hendra sambil menunjuk bekas percobaan pembakaran sebelumnya.
Atas kejadian ini pihak sekolah terpaksa melakukan kegiatan belajar mengajar mengunakan dua ruang kelas yang masih belum terbakar, walaupun murid di sekolah ini di informasikan ada sekitar 180 siswa.
Sementara itu salah satu warga sekitar Ahmad Mirwan menaruh harapan besar agar fasilitas sekolah yang ada di desa bisa secara bersama – sama saling menjaga dan berharap ruangan yang telah terbakar bisa dibangun kembali.
“Karena sekolah ini bernaung yayasan dan sumber dana terutama berharap dari sumber daya masyarakat, maka kemungkinan pembagunan 5 sampai 6 bulan kedepan wallahualam bisa terbangun kembali, karena diperkirakan memakan biaya 150 sampai 250 juta,” bebernya.
Ia berharap adanya bantuan dari para dermawan dan pihak pendidikan agar bisa melakukan pembangunan sekolah kembali.


