lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Tanah Laut, dalam waktu dekat ini akan turun kelapangan melakukan pengecekan terkait matinya pohon durian si mungkal di Desa Simpang Empat Asam-asam Kecamatan Jorong, Tala.
Durian tersebut merupakan durian unggulan Tala yang menjadi juara dalam ajang Kontes durian se- Kalsel, di Kiram Park Banjarbaru tahun 2020 lalu
Kabid Hortikultura Jamaludin Malik saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/10/2022) mengatakan kami akan melakukan peninjauan kebun tersebut dan meneliti apa penyebab matinya durian itu.
“Kami juga kaget kejadian tersebut. Nanti dalam peninjauan kelapangan akan melibatkan pihak unit Pelaksana Teknis (UPT),”sebut Jamaluddin.
Durian si mungkal sambung dia merupakan durian unggul lokal Tanah Laut, dan Pohonya sudah di terdaftar di Balai Perlindungan Hortikultura di Jakarta, karena durian ini juara kontes di Kalimantan Selatan.
Adanya kejadian kematian pohon durian unggulan secara masif hampir 200 pohon, sebut dia tentu kita prihatin, kematian pohon durian si mungkal yang sudah menjadi label unggulan di Kalsel.
“Kalau tidak bisa bertahan untuk hidup, label pohon unggulannya akan dicabut oleh Balai Perlindungan Hortikultura,”katanya.
Maka dari itu pihaknya akan berupaya melakukan pemeriksaan dan penelitian ke kebun durian.
“Yang pertama akan kita ambil sampel penyakit di kulit pohon durian, dan dilakukan pemeriksaan, namun kalau terkait masalah penyakit di dalam tanah itu ranah Lingkungan Hidup,”tandasnya.
Seperti diwartakan kebun durian milik Nasruddin di Desa Simpang Empat Asam-asam Kecamatan Jorong Tala, banyak yang mati, mencapai ratusan pohon.
Matinya durian yang sudah empat kali panen tersebut menurut Nasruddin terjadi setelah Banjir besar Januari 2021 lalu.
“Mulai mati pasca banjir padahal waktu itu buah durian sangat lebat. Namun akhirnya gagal panen karena pohon tidak sehat dan buah pun berguguran,”katanya.
Ia menduga akar terkontaminasi zat dari limbah tambang berbahaya mengalir ke sungai Baru. Sungai itu berdekatan dengan lokasi perkebunan durian miliknya.
Bahkan, untuk keperluan untuk penyiraman tanaman diambil di sungai tersebut. “Kami kaget sebab selama ini tidak pernah terjadi, kalau hama tanaman kami masih bisa atasi, tapi ini kami tidak bisa mengatasinya. Padahal berbagai upaya kami lakukan mulai pemasangan infus dan berbagai obat tanaman kami datang tapi tetap tak bisa kami selamatkan durian ini,”tutupnya.


