lenterakalimantan.com, MARABAHAN – Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan monitoring dan evaluasi terminal induk Handil Bakti yang kini kondisinya semakin sepi. Ditambah infrastruktur terminal yang banyak terbongkar dampak pelebaran jalan. Sehingga dipindahkan jadi satu dengan pasar setempat.
Transportasi sendiri tidak sesederhana hanya untuk mobilitas manusia sehari-hari, lebih dari itu transportasi merupakan urat nadi kehidupan berbangsa dan bernegara, ia berfungsi sebagai penggerak, pendorong dan penunjang pembangunan.
Jaringan transportasi memudahkan pendistribusian barang dan jasa (manusia), sehingga dapat meningkatkan interaksi antarwilayah yang menyebabkan potensi wilayah tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Kami monitoring terminal tipe C yang sekarang kondisinya cukup memprihatinkan. Informasi dari kawan-kawan sopir, pernah dalam satu hari itu cuman satu saja, yang berangkat itu pun tidak full, itu yang menjadi perhatian kita,” jelas Gusti Pangeran Abidinsyah di sela kegiatan Monitoring dan Evaluasi bersama sejumlah anggota komisi III DPRD Kalsel dan Dinas Perhubungan Pemprov Kalsel, Jum’at (17/2/23).
Hal tersebut diamini oleh para sopir, dimana kini aktivitas terminal angkutan umum di Kabupaten Barito Kuala sepi karena kurang diminati masyarakat. Hanya ada satu dua unit angkutan umum yang terparkir menunggu penumpang, itupun dalam sehari kadang tidak berangkat sebab tidak ada penumpang.
“Sepi mungkin karena sekarang sudah ada jasa travel yang lebih nyaman, travel kan mengantar sampai rumah, kami hanya antar terminal saja. Kondisi armada kami juga sudah tua dan tidak bagus,” ucap salah satu sopir di Terminal Handil Bakti.
Komisi III yang membidangi pembangunan dan infrastruktur ini berkomitmen untuk mencarikan solusi terkait permasalahan terminal tersebut. Namun untuk mendapatkan solusi yang efisien dibutuhkan sejumlah data, kemudian harus segera dilanjutkan ke penganggaran agar solusi yang sudah didapatkan tidak hanya sekedar wacana.
“Rencananya kita akan adakan RDP dengan Dinas Perhubungan, sekaligus kita akan memantau rencana penelitian dari pihak DISHUB, jadi akan disurvey secara konfrehensif, akan diteliti apakah memungkinkan masih tetap dipakai atau jalurnya akan dipindahkan,” pungkas Abidinsyah.


