lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut mempunyai tempat yang strategis karena berbatasan langsung dengan Banjarbaru, ibukota Kalsel.
Warga Desa Banyu Irang memiliki beragam pekerjaan, di antaranya di bidang pertanian, peternakan, ada juga sebagai pekerja buruh di perusahaan pabrik.
Desa Banyu Irang dipimpin oleh sosok Kades perempuan bernama Titi Lisnani. Menjabat sejak 2018 sampai 2023 dan sebentar lagi masa jabatannya akan berakhir.
Perempuan asal Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini selama hampir 6 tahun sukses menjabat sebagai kades membawa desanya semakin lebih maju. Bahkan pendapatan hasil BUMDes bisa dikelola dengan baik.
Titi menyebutkan, selama 2018 sampai pertengahan 2023 ada beberapa program pembangunan yang sudah dilaksanakan dengan anggaran Dana Desa maupun APBD Tanah Laut.
Ia menambahkan, Dana Desa selama dua tahun tidak bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur, karena pada waktu itu ada wabah Covid-19.
Namun sebelumnya anggaran Dana Desa sudah dilaksanakan di beberapa program pembangunan seperti perkerasan jalan usaha tani (JUT), perkerasan jalan lingkungan di beberapa RT.
Titi menuturkan, sedangkan untuk anggaran dari APBD Tala, yakni pembangunan bronjong sungai dan jembatan gantung.
“Semua program yang sudah terealisasi sudah bisa dimanfaatkan oleh warga, yang kebanyakan usahanya sebagai petani,” ujarnya.
Ia berharap, di penghujung masa jabatannya sebagai Kades akan berakhir, program yang wajib nantinya bisa diteruskan seperti penyaluran bantuan langsung tunai (BLT).
Selanjutnya program ketahanan pangan dan terpenting pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang jadi penopang penghasil desa.
“Saya harapkan pengelola BUMDes ke depannya akan bekerja sama dengan kelompok tani, akan melaksanakan penanaman pohon kopi unggulan,” ungkapnya.
Titi menyebutkan, Bumdes Desa Banyu Irang selama ini sudah memberikan pendapatan untuk desa yang bekerja sama dengan pihak ketiga di bidang jasa angkutan dan pengelolaan pasar.


