lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Sebagian wilayah di Kabupaten Tanah Laut (Tala) dalam beberapa minggu terakhir ini sesekali turun hujan.
Dengan kondisi itu Tala menurunkan intensitas ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan Selatan, Sufie Bhaskara saat dihubungi lenterakalimantan.com, mengatakan, turun hujan di wilayah Tala dapat menurunkan intensitas karhutla.
“Selain turun hujan secara alami, ada juga support dengan metode teknologi modifikasi cuaca (TMC) selama 12 hari pada pertengahan Juli 2023,” kata Sufie, Jumat (14/7/2023).
Menurut Sufie, pencegahan karhutla di wilayah Kalsel, selain menggunakan TMC, sekarang ini dibantu dua helikopter yang ada di provinsi untuk patroli karhutla dan satu helikopter water bombing.
“TMC mulai start hari Jumat sampai Rabu, karena pesawat mengalami maintenance sementara ditarik dulu ke Jakarta. Dalam waktu dekat ini pesawat TMC akan dilanjutkan beroperasi setelah kondisinya selesai maintenance,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian besar kegiatan TMC ini digunakan di area Kabupaten Banjar dan Tapin. Sementara helikopter water bombing sudah mulai beraksi di wilayah Desa Pandahan, bombing area lahan terjadinya kebakaran.
Sufie menjelaskan, dua hari ini titik panas (hotspot) terpantau nihil. Namun, selama kemarau data yang diperolehnya titik panas sebagian besar terpantau di wilayah Kecamatan Bati-Bati, Tambang Ulang dan Panyipatan.
Dalam satu minggu terakhir ini sudah clear, meski sebelumnya sempat terpantau tinggi titik hotspot di sana.
Wilayah yang perlu diwaspadai karhutla di Kabupaten Tanah Laut, yakni Kecamatan Tambang Ulang dan Bati-Bati.
“Hal itu dikarenakan daerah Kecamatan Tambang Ulang dan Bati-Bati, masuk ring satu bandar udara Internasional Syamsudin Noor,” pungkasnya.


